Silaturahmi Nasional Lembaga Kemanusiaan, Baznas Komitmen Bangun Kembali Gaza
Jum'at, 24 Januari 2025 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
“Dana bantuan yang masih tersisa di Baznas akan kita proyeksikan untuk membangun masjid, rumah sakit, sekolah, dan infrastuktur lainnya. Jadi kami membayangkan nantinya akan ada kampung Indonesia di Gaza,” ucap Mo Mahdum.
Dia menambahkan, Baznas sangat hati-hati dalam menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Karena itu, Baznas memilih bekerja sama dengan lembaga-lembaga resmi yang kredibel dan terpercaya di beberapa negara tetangga Palestina.
Baca juga: BAZNAS RI Bantu Pasien Anak dan Keluarga Gaza di RS KHCC Yordania
“Kami memiliki mitra yang ada di Mesir maupun di Yordania dan juga mahasiswa Baznas di dua negara tersebut. Jadi ketika Pintu Rafah dibuka, truk bantuan kemanusiaan dari kita akan langsung maju. Saat ini ada 41 truk bantuan kita yang siap masuk ke Gaza. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kita kirimkan benar-benar diterima oleh warga Palestina,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wachid menyampaikan, Indonesia sejak lama konsisten membela Palestina dan menolak penjajahan yang dilakukan Israel, sebab hal tersebut jauh perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dia menambahkan, Baznas sangat hati-hati dalam menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Karena itu, Baznas memilih bekerja sama dengan lembaga-lembaga resmi yang kredibel dan terpercaya di beberapa negara tetangga Palestina.
Baca juga: BAZNAS RI Bantu Pasien Anak dan Keluarga Gaza di RS KHCC Yordania
“Kami memiliki mitra yang ada di Mesir maupun di Yordania dan juga mahasiswa Baznas di dua negara tersebut. Jadi ketika Pintu Rafah dibuka, truk bantuan kemanusiaan dari kita akan langsung maju. Saat ini ada 41 truk bantuan kita yang siap masuk ke Gaza. Kami ingin memastikan bahwa bantuan yang kita kirimkan benar-benar diterima oleh warga Palestina,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wachid menyampaikan, Indonesia sejak lama konsisten membela Palestina dan menolak penjajahan yang dilakukan Israel, sebab hal tersebut jauh perikemanusiaan dan perikeadilan.
Lihat Juga :