Menerka Arah Politik di Balik Rencana Pertemuan Megawati dan Prabowo
Kamis, 16 Januari 2025 - 07:23 WIB
loading...
A
A
A
"Bukan sombong, padahal dia (Prabowo) senang saya masakin nasi goreng. Udah lama, ada yang ngomong, bu ada yang udah minta nasi goreng, wooo minta nasi goreng, loh aku aja lagi mumet anak-anakku banyak yang gak jadi," ujarnya.
"Secara personal, Mega ingin menyeimbangkan pola relasi istana agar tak condong ke salah satu kutub, apakah itu Solo atau Cikeas," ujar Agung kepada SindoNews, Rabu (15/1/2025).
Dia menuturkan, setidaknya agar roda pemerintahan bergerak proporsional dan profesional merespons beragam dinamika politik.
Yang kedua, lanjut dia, memperkuat pemerintahan sekarang ini juga bisa saling melengkapi. Karena, kata dia, PDIP adalah pemenang Pemilu Legislatif 2024 dan Prabowo adalah presiden saat ini.
Menurut Igor, sinergitas antara legislatif dan eksekutif sangat dibutuhkan bagi pemerintahan Prabowo untuk melancarkan program-programnya demi kemajuan bangsa.
"Problemnya kemungkinan Megawati akan memberikan akses mendukung pemerintahan saat ini dengan syarat meminimalisir peran Jokowi di pemerintahan dan kabinet Prabowo," pungkasnya.
Megawati Dinilai Ingin Seimbangkan Pola Relasi Istana
Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro melihat PDIP secara institusional ingin membuka ruang komunikasi dengan Istana agar tetap terjalin sinergi di pemerintahan walaupun kini berbeda haluan politik."Secara personal, Mega ingin menyeimbangkan pola relasi istana agar tak condong ke salah satu kutub, apakah itu Solo atau Cikeas," ujar Agung kepada SindoNews, Rabu (15/1/2025).
Dia menuturkan, setidaknya agar roda pemerintahan bergerak proporsional dan profesional merespons beragam dinamika politik.
Pertemuan Megawati dan Prabowo Bisa Perkuat Pemerintahan
Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia Igor Dirgantara menilai pertemuan Prabowo dengan Megawati bisa memperkuat pemerintahan. "Seperti diketahui Megawati dan Prabowo punya pandangan yang sama soal sistem pemerintahan di Indonesia yang tidak mengenal oposisi," kata Igor.Yang kedua, lanjut dia, memperkuat pemerintahan sekarang ini juga bisa saling melengkapi. Karena, kata dia, PDIP adalah pemenang Pemilu Legislatif 2024 dan Prabowo adalah presiden saat ini.
Menurut Igor, sinergitas antara legislatif dan eksekutif sangat dibutuhkan bagi pemerintahan Prabowo untuk melancarkan program-programnya demi kemajuan bangsa.
"Problemnya kemungkinan Megawati akan memberikan akses mendukung pemerintahan saat ini dengan syarat meminimalisir peran Jokowi di pemerintahan dan kabinet Prabowo," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :