Prabowo Masuk Daftar Pemimpin Dunia Berpengaruh di 2025, Ini Kata Istana

Minggu, 05 Januari 2025 - 14:42 WIB
loading...
Prabowo Masuk Daftar...
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping secara bersama-sama menyaksikan penandatanganan MoU sejumlah kerja sama antara Indonesia-China yang dilakukan di Beijing, China, Sabtu (9/11/2024). Foto/Setpres
A A A
JAKARTA - Media yang berbasis di Singapura, The Straits Times, merilis daftar 10 pemimpin dunia yang bakal berpengaruh di tahun 2025. Termasuk di antaranya adalah Presiden Prabowo Subianto .

Juri Bicara Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Urusan Hubungan Internasional, Philips Vermonte mengungkapkan beberapa faktor Presiden Prabowo terpilih menjadi pemimpin dunia yang berpengaruh.

"Presiden Prabowo yang secara dukungan domestik melalui pemilu kemenangannya cukup signifikan. Karena itu The Straits Times menganggap bahwa Pak Presiden Prabowo akan menjadi aktor penting," kata Philips saat dihubungi, Minggu (5/1/2025).



Indonesia ke depan, kata Philips, diprediksi menjadi negara dengan ekonomi yang lebih besar dan penyeimbang antara Amerika Serikat dengan China. Indonesia juga mewakili kepentingan negara-negara berkembang khususnya pada global south.

"Jadi selama ini global south itu mungkin yang sering disebut adalah China dan India tapi Indonesia dengan apa yang dilakukan Presiden Prabowo beberapa waktu belakangan seperti ditulis oleh The Straits Times pergi segera setelah dilantik ke berbagai pertemuan platform dan menyampaikan kepentingan nasional Indonesia secara eksklusif yaitu untuk pembangunan," jelasnya.

Philips menyebut Presiden Prabowo ingin memastikan peranan aktif Indonesia untuk tidak terpengaruh perseteruan Amerika Serikat dan China. "Pak Prabowo dianggap menunjukkan bahwa Indonesia mengerti harus ada negara-negara memastikan peranan lebih aktif untuk menyampaikan pada negara maju seperti berseteru seperti Amerika Serikat dengan China bahwa ini bukan soal Anda berdua aja nih gitu kira-kira," ungkapnya.

Philips yakin Prabowo ingin Indonesia dan negara berkembang lainnya dapat melanjutkan pembangunan ditengah berbagai konflik yang ada. "Bahwa jangan sampai konflik anda itu mengganggu kepentingan kita. Kita mau, Indonesia mau dan negara berkembang mau mendapatkan menjalankan terus momentumnya untuk pembangunan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, The Straits Times merilis daftar 10 pemimpin dunia yang bakal berpengaruh di 2025. Hal tersebut tertulis dalam artikel berjudul 'Meet the 10 World Leaders to Watch in 2025' yang dirilis pada 4 Januari 2025.

Baca juga: BRICS Mendapatkan Pengaruh di G20, Indonesia Bangga Jadi Negara Mitra

"Dari Donald Trump dan Xi Jinping hingga Prabowo Subianto dan Vladimir Putin, para tokoh berpengaruh ini akan memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan di seluruh dunia," tulis laporan tersebut.

Dalam artikel tersebut turut menyoroti bagaimana Prabowo tidak membuang waktu dan bergerak cepat untuk mengambil peran di tingkat internasional.

Salah satunya dengan melakukan lawatan diplomatik ke berbagai negara, seperti kunjungan ke Tiongkok dan Amerika Serikat (AS), serta menghadiri konferensi tingkat tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diselenggarakan di Peru pada November 2024.

Keseluruhan kunjungan tersebut dilakukan oleh Prabowo dalam kurun waktu sebulan pasca dirinya dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024. The Straits Times menilai, kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Prabowo lebih memiliki motif ekonomi ketimbang geopolitik atau pun pribadi.

"Inti dari visi kepresidenannya adalah tujuan untuk mencapai PDB sebesar 8%, naik dari kondisi saat ini yang berada pada angka 5 persen," tulis media tersebut.

Pencapaian visi tersebut, menurut The Straits Times, bergantung pada upaya menarik investor, terutama dalam bidang infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan produktivitas di seluruh Indonesia.

Di tingkat internasional, Prabowo mendorong agar Indonesia dapat lebih tegas dalam kelompok multilateral. Salah satunya ditandai dengan sikap pemerintah yang menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS. Selain itu, dalam artikel tersebut turut mengungkap bagaimana Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melihat sosok ‘sekutu’ dalam diri Prabowo.

"Prabowo diharapkan akan memberikan dukungan kuat bagi pencapaian Malaysia di ASEAN. Dukungan tersebut memfasilitasi investasi lintas batas; konektivitas rantai pasokan dan pembangunan berkelanjutan; serta sejalan dengan apa yang ditekankan pada pemerintahannya terkait dengan 'pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan'," tulis The Straits Times.

Di sisi lain, artikel yang sama juga menyoroti bagaimana pendekatan kebijakan luar negeri Prabowo yang berupaya untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan Rusia dan Tiongkok telah memicu perdebatan, apakah langkah tersebut sesuai dengan kepentingan strategis nasional dalam konteks yang lebih luas.

"Para pengamat akan memantau secara cermat langkah Prabowo mengarungi keseimbangan global dan mengelola kritik dalam negeri terhadap keputusan internasionalnya," tulis The Straits Times.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved