Angkatan Puisi Esai: Sebuah Gerakan Baru Warnai Sejarah Sastra Indonesia
Senin, 16 Desember 2024 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
"Angkatan Puisi Esai adalah fenomena unik dalam sejarah sastra disebut sui generis oleh Pengamat Sastra Jerman Berthold Damshauser karena menjadi angkatan pertama yang dinamai berdasarkan genre," katanya.
Menurut Berthold, ini adalah genre yang berkembang pesat dalam waktu singkat, melintasi batas Indonesia hingga Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura. Dia juga mencatat bahwa belum pernah ada genre sastra sebelumnya yang digagas oleh satu individu dan mencapai dampak sebesar ini.
"Berthold, awalnya skeptis terhadap genre ini. Namun, dia kemudian mengakui kekuatan inovatif Puisi Esai. Baginya, genre ini adalah sui generis-unik dan tak terbandingkan. Dia mencatat bahwa tidak pernah ada genre sastra lain yang tumbuh begitu pesat dan diterima luas, bahkan menembus konteks global sejak awal digagas oleh satu individu," paparnya.
Agus R Sarjono menegaskan sejak Angkatan 2000 hanya Puisi Esai yang menjadi inovasi besar dalam sastra Indonesia. Dimulai dari buku Atas Nama Cinta karya Denny JA pada 2012, genre ini telah melahirkan banyak karya dengan estetika dan tema serupa.
Menurut Agus, polemik yang melibatkan Puisi Esai melampaui semua perdebatan sastra sebelumnya mencerminkan pengaruh besarnya. Agus adalah tokoh pertama yang mendeklarasikan lahirnya Angkatan Puisi Esai.
Dia sudah menyatakan pada Festival Puisi Esai ASEAN di Sabah ke-3, Juni 2024 lalu. Agus pula yang memimpin penulisan empat seri buku Angkatan Puisi Esai, yang total tebalnya sekitar 2.000 halaman.
Dia melihat Angkatan Puisi Esai sebagai sebuah momen besar dalam sejarah sastra Indonesia. Genre ini memiliki estetika yang khas: narasi panjang, tema sosial yang kuat, dan penggunaan catatan kaki sebagai elemen integral.
Menurut Berthold, ini adalah genre yang berkembang pesat dalam waktu singkat, melintasi batas Indonesia hingga Malaysia, Brunei, Thailand, dan Singapura. Dia juga mencatat bahwa belum pernah ada genre sastra sebelumnya yang digagas oleh satu individu dan mencapai dampak sebesar ini.
"Berthold, awalnya skeptis terhadap genre ini. Namun, dia kemudian mengakui kekuatan inovatif Puisi Esai. Baginya, genre ini adalah sui generis-unik dan tak terbandingkan. Dia mencatat bahwa tidak pernah ada genre sastra lain yang tumbuh begitu pesat dan diterima luas, bahkan menembus konteks global sejak awal digagas oleh satu individu," paparnya.
Agus R Sarjono menegaskan sejak Angkatan 2000 hanya Puisi Esai yang menjadi inovasi besar dalam sastra Indonesia. Dimulai dari buku Atas Nama Cinta karya Denny JA pada 2012, genre ini telah melahirkan banyak karya dengan estetika dan tema serupa.
Menurut Agus, polemik yang melibatkan Puisi Esai melampaui semua perdebatan sastra sebelumnya mencerminkan pengaruh besarnya. Agus adalah tokoh pertama yang mendeklarasikan lahirnya Angkatan Puisi Esai.
Dia sudah menyatakan pada Festival Puisi Esai ASEAN di Sabah ke-3, Juni 2024 lalu. Agus pula yang memimpin penulisan empat seri buku Angkatan Puisi Esai, yang total tebalnya sekitar 2.000 halaman.
Dia melihat Angkatan Puisi Esai sebagai sebuah momen besar dalam sejarah sastra Indonesia. Genre ini memiliki estetika yang khas: narasi panjang, tema sosial yang kuat, dan penggunaan catatan kaki sebagai elemen integral.
Lihat Juga :