Menteri Kebudayaan Dorong Pencak Silat Masuk Kurikulum Pendidikan

Jum'at, 13 Desember 2024 - 22:43 WIB
loading...
Menteri Kebudayaan Dorong...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri peringatan 5 tahun pengakuan UNESCO atas Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb) di Padepokan Pencak Silat Pakubumi, Kabupaten Bogor, Jumat (13/12/2024). Foto: Ist
A A A
BOGOR - Kementerian Kebudayaan menggelar acara peringatan lima tahun pengakuan UNESCO atas Tradisi Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak benda (WBTb). Acara yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Pakubumi, Kabupaten Bogor, ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara komunitas pencak silat dan pemerintah sekaligus membahas strategi pelestarian tradisi tersebut.

Acara ini dihadiri berbagai tokoh penting, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), perwakilan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, akademisi, serta komunitas dan perguruan pencak silat dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi peran besar komunitas pencak silat dalam melestarikan tradisi ini sejak diakui UNESCO pada 12 Desember 2019 di Bogota, Kolombia.

"Pengakuan ini adalah hasil perjuangan bersama. Tradisi Pencak Silat adalah cerminan semboyan Bhineka Tunggal Ika karena memiliki 28 penyebutan nama di berbagai daerah, seperti silek di Sumatera Barat, pence di Banten, hingga kuntau di Kalimantan," kata Fadli Zon, Jumat (13/12/2024).

Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya memasukkan Pencak Silat ke dalam kurikulum pendidikan formal dan informal. Menurut dia, pencak silat bukan hanya seni bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang mengajarkan kejujuran, saling pengertian, dan kerendahan hati.

"Langkah konkret ke depan meliputi dokumentasi digital, penerbitan buku komprehensif, hingga pemanfaatan teknologi dan media digital untuk mengenalkan Pencak Silat ke generasi muda," kata Fadli Zon.

Selain itu, Menteri Kebudayaan mendorong pembuatan lebih banyak film yang dapat mengenalkan pencak silat dan pesilat Indonesia ke dunia.

Acara ini juga menjadi ajang diskusi strategis untuk melindungi dan mempromosikan Pencak Silat di tingkat nasional dan internasional. Eddie Nalapraya, sesepuh pencak silat dan mantan Ketua IPSI menyebut pengakuan UNESCO sebagai momentum penting untuk menjaga Pencak Silat sebagai identitas bangsa.

"Pencak Silat memiliki fungsi sosial yang sangat kuat, yakni mempererat persaudaraan dan menjaga ketertiban sosial. Kita harus terus berkolaborasi untuk memastikan tradisi ini tetap hidup," ujar Eddie Nalapraya.

Sebagai bagian dari tindak lanjut pengakuan UNESCO, pemerintah mengusulkan beberapa langkah di antaranya memasukkan Pencak Silat ke dalam muatan lokal pendidikan, mendukung festival Pencak Silat di tingkat lokal dan internasional, menyelenggarakan lokakarya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku pencak silat, menerbitkan buku komprehensif tentang Pencak Silat, serta melanjutkan inventarisasi data tradisi Pencak Silat di Indonesia.

Untuk diketahui, Pencak Silat telah menjadi cabang olahraga resmi di SEA Games sejak 1987 dan Asian Games pada 2018. Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempromosikan seni bela diri di tingkat dunia.

Pada 15 Desember 2024, pemerintah juga akan mengunggah laporan periodik terkait Tradisi Pencak Silat kepada UNESCO sebagai bagian dari komitmen pelestarian warisan budaya. Melalui upaya kolektif ini, Pencak Silat diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga semakin dikenal dan dihargai di dunia internasional.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Isu Hankam hingga Pendidikan Dibahas
Hardiknas 2026, SPK...
Hardiknas 2026, SPK Ungkap Upah Dosen Rendah hingga Minim Perlindungan
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Berita Terkini
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved