Kisah Deteni Rudenim Medan: Berasal dari Berbagai Negara, Rindu Berkumpul Bareng Keluarga

Jum'at, 13 Desember 2024 - 11:06 WIB
loading...
Kisah Deteni Rudenim...
Para deteni di Rudenim Medan, Sumatera Utara. Foto/Dzikry Subhanie
A A A
MEDAN - Sebanyak 47 orang dari berbagai negara, kini menjadi penghuni Rumah Detensi Imigrasi ( Rudenim ) Medan. Para deteni ini mengisi waktu dengan kegiatan positif sambil berharap bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Diketahui, para penghuni Rudenim disebut deteni. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, deteni adalah orang asing dari penghuni Rumah Detensi Imigrasi atau Ruang Detensi Imigrasi yang telah mendapatkan keputusan pendentensian dari pejabat Imigrasi.

Satu di antara 47 deteni yang menghuni Rudenim Medan adalah Anwar Hossain (47), seorang warga negara Banglades. Dia terpaksa berpisah dengan istri dan anaknya, lantaran tidak ada izin saat masuk ke Indonesia dan ditangkap Imigrasi Medan.

Kisah Deteni Rudenim Medan: Berasal dari Berbagai Negara, Rindu Berkumpul Bareng Keluarga


Pantauan SINDOnews, Rabu (11/12/2024) siang, Anwar bersama empat temannya sesama penghuni Rudenim Medan, asyik bercocok tanam di bagian belakang Kantor Rudenim Medan di Jalan Selebes, Belawan I, Kota Medan, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dilakukan Anwar karena dia memang memiliki hobi bercocok tanam. Hobi yang dia miliki itu disampaikan kepada pihak Rudenim Medan, yang kemudian menberikan fasilitas bagi mereka.

Baca Juga: 150 WNI Deteni dari Malaysia Tiba di Bandara Soetta

"Bulan delapan tahun ini, tahun 2024," kata Anwar saat ditanya sejak kapan dia menghuni Rudenim Medan yang terletak di Jalan Selebes, Belawan I, Kota Medan, Sumatera Utara.

Anwar lalu mengisahkan hidupnya sampai akhirnya menghuni Rudenim Medan. Menurut Anwar yang berlatar belakang petani, dari Banglades dia ke Malaysia. Di Negeri Jiran tersebut, dia bertemu jodohnya yang berasal dari Sumatera Utara. Mereka pun menikah dan memiliki tiga anak.

"Berikutnya, mereka yang mungkin kurang enak perasaannya atau tidak, dilaporkannya (saya) ke Imigrasi, setelah itu mereka datang dan tangkap dan periksa, berkas apa yang ada, kosong, Pak," jelasnya.

Kini, dia berupaya terus untuk memproses agar bisa secepatnya keluar dari Rudenim Medan. "Insyallah kami proses secepatnya, sehingga bisa kami bergabung dengan keluarga," ujarnya.

Selama tinggal di Rudenim Medan, Anwar mengaku perlakuan petugas sangat baik. Para petugas Rudenim Medan yang berkeliling secara bergantian, kerap menyapa deteni. "Tidak pernah mereka lakukan yang tidak kami inginkan, mereka selalu lakukan yang terbaik kepada kami," ujarnya.

Deteni Bukan Cuma dari Banglades


Deteni yang ada di Rudenim Medan bukan hanya berasal dari Banglades. Menurut Kepala Seksi Registrasi, Administrasi, dan Pelaporan Rudenim Medan Donny Bahar mengatakan, Rudenim Medan membawahi dua wilayah kerja yaitu Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Kisah Deteni Rudenim Medan: Berasal dari Berbagai Negara, Rindu Berkumpul Bareng Keluarga

"Di Rudenim Medan ini tidak terdapat pengungsi, di sini hanya deteni. Kalau pengungsi dia di luar dari rudenim. Di Rudenim Medan sekarang ini deteni berjumlah 47 orang. Negaranya, Banglades, Srilanka, Myanmar, Filipina, Malaysia, Afganistan, Uzbekistan, dan etnis Rohingya," jelasnya.

Donny mengatakan, para deteni yang masuk Rudenim Medan ini adalah deteni yang dikenakan tindakan keimigrasian. Misal, karena overstay, penyalahgunaan izin tinggak, eks napi. "Contoh, mereka yang tadinya dikenakan tindakan pidana umum ditempatkan di lapas, kemudian untuk proses kepulangannya, maka deteni tersebut ditempatkan di sini sambil menunggu proses kepulangannya. Jadi, dari 47 orang itu case-nya berbeda-beda," paparnya.

Kisah Deteni Rudenim Medan: Berasal dari Berbagai Negara, Rindu Berkumpul Bareng Keluarga


Soal pemulangan pata deteni, Donny mengatakan kepulangan mereka dibiayai oleh diri sendiri atau sponsornya. "Kalau misalnya sponsornya itu cepat merespons, mereka akan cepat pulang ke negara asalnya. Cuma terkadang sponsornya lambat," ujarnya.

Soal fasilitas yang ada di Rudenim Medan, Donny menjelaskan ada Wi-Fi. Fasilitas ini disediakan agar para deteni bisa terus berhubungan dengan keluarganya.

"Jadi, terkadang ada deteni yang menggunakan handphone agar bisa menghubungi keluarganya. Di sini juga kita fasilitasi My Hobby Is, salah satu inovasi dari Rudenim Medan. Mereka kita fasilitasi tergantung hobinya apa. Hobinya bertanam, kita fasilitasi lahan. Hobinya memasak, kita fasilitasi dapur. Hobinya menjahit, kita fasilitasi peralatannya," ujarnya.

Untuk deteni yang masih anak-anak, ada perlakuan khusus. Mereka akan tetap belajar di aula yang terletak di lantai 2. "Dia dikasih ruang belajar. Ruang belajar itu tergantung kedutaannya. Jadi nanti dari kedutaannya ada yang menghubungi, melalui online, melalui daring, pembelajaran daring," jelasnya.

Untuk diketahui, di Rudenim Medan ada 30 kamar berukuran sekitar 3 x 4 meter. Satu kamar ada yang diisi satu orang, ada juga yang diisi empat orang. Satu kamar yang diisi empat orang biasanya untuk ibu dan anak-anaknya.

Kisah Deteni Rudenim Medan: Berasal dari Berbagai Negara, Rindu Berkumpul Bareng Keluarga


Ada pula kamar yang terpaksa diisi empat orang karena para deteni tersebut merasa nyaman tinggal dengan orang yang berasal dari negara yang sama.

Rudenim Medan juga menyediakan fasilitas klinik bagi para deteni dan petugas. Begitu ada deteni yang sakit, akan dibawa ke klinik. Jika tidak sembuh dalam jangka waktu tertentu, akan dirujuk ke rumah sakit.

Di Rudenim Medan ini juga ada musala, namanya Al-Karim. Musala yang terletak di lantai 1 ini menjadi tempat bagi para deteni dan petugas rudenim yang beragama Islam untuk beribadah.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Rekomendasi
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved