DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Jabar Evakuasi Warga Terdampak Banjir Sukabumi

Sabtu, 07 Desember 2024 - 06:48 WIB
loading...
DMC Dompet Dhuafa dan...
DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Jawa Barat mengerahkan tim relawan guna membantu penanganan banjir yang melanda di Sukabumi, Jawa Barat. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Dompet Dhuafa Jawa Barat mengerahkan tim relawan guna membantu penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat. Tim relawan mengevakuasi warga terdampak yang terjebak banjir, Desa Bojong Tipar, Kecamatan Jampang Tengah, pada Kamis, 5 Desember 2024.

“Kami bergerak membantu warga menyeberang banjir untuk beraktivitas ke sekolah, pasar, dan lainnya dengan menggunakan perahu kayak. Di tengah membantu warga menyeberang, kami juga mengevakuasi penyintas yang memiliki diagnosa masalah jantung yang akan melakukan berobat jalan ke rumah sakit,” lapor Resda Jaya Pangestu, Tim Respons DMC Dompet Dhuafa, Sabtu (7/12/2024).

Sebanyak 40 orang berhasil dievakuasi oleh tim relawan DMC Dompet Dhuafa , termasuk seorang pasien dengan diagnosa penyakit jantung yang butuh tindakan medis segera. Tim berhasil mengevakuasi pasien dari lokasi banjir ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet dan ambulans.

Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sukabumi: 5 Orang Meninggal, 7 Masih Hilang

Selain itu, tim juga mengevakuasi warga yang hendak menyeberang antara Kampung Pasir Laja dan Kampung Cimerang juga menjadi prioritas, mengingat jalan penghubung antara kedua kampung tersebut terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

“Saat ini tim respons DMC Dompet Dhuafa sedang berikhtiar bergerak ke wilayah terdampak yang cukup parah yakni di wilayah Kecamatan Sagaranten,” tambah Resda.

Baca juga: 16 Perwira Tinggi TNI Resmi Naik Pangkat, Ini Daftar Lengkapnya

Hujan selama dua hari berturut-turut di Sukabumi, Jawa Barat memicu terjadinya banjir, tanah longsor dan pergerakan tanah (likuifaksi). Banjir menutup banyak akses jalan, salah satunya akses jalan ke Kecamatan Sagaranten yang terendam banjir setinggi 2 meter.

Kapolsek Pelabuhan Ratu Kompol Roni Haryanto menjelaskan banjir di sejumlah wilayah Sukabumi disebabkan oleh luapan Sungai Cisawo dan Cigangsa. Tidak hanya banjir, di saat yang sama juga terjadi tanah longsor dan pergerakan tanah yang terdampak di 18 kawasan.

Dia menyebut, tanah longsor terjadi di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan; Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok; Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak; Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten; Desa Loji, Kecamatan Simpenan; Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu. Termasuk di Desa Hegarmamah, Kecamatan Warungkiara; serta Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong.

Kejadian pergerakan tanah dilaporkan di empat lokasi, yakni di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar; Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung. Dua lokasi lainnya yaitu di Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung.

Deretan persitiwa bencana itu terjadi setelah sebagian besar wilayah SUkabumi diguyur hujan lebat dengan durasi yang panjang sejak Selasa hingga Rabu, 3-4 Desember 2024.

“Mari bersama-sama haturkan doa untuk keselamatan penyintas yang tengah mengalami kondisi sulit akibat bencana. Semoga keadaan menjadi baik dan bencana yang ada tidak meninggalkan kepiluan pada mereka. Karena bumi cuma satu, berdaya sekarang,” katanya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Rekomendasi
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved