Angka Buta Aksara Al-Qur'an Tinggi, Menag: Honor Guru Ngaji hanya Rp100 Ribu per Bulan
Rabu, 04 Desember 2024 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Menag menambahkan, keterbatasan guru ngaji yang hanya 982 ribu guru juga menjadi penyebab tingginya buta aksara Al-Qur'an.
"Satu guru harus mengajar sekitar 1.000 orang. Tentu jumlah ini masih sangat kurang. Sedangkan gajinya (guru ngaji) hanya 100 ribu per bulan," ungkapnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Korupsi Haram, Sengsarakan Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Menag meminta sedapat mungkin Al-Qur'an yang didistribusikan dari UPQ Ciawi mencerahkan masyarakat, yakni di dalamnya ada arti dan maknanya.
"Kita perlu apresiasi percetakan (UPQ) ini, karena pasti standar (terjamin). Dulu kami pernah menemukan Al-Qur'an yang halamannya hilang. Hal hal seperti itu di percetakan ini bisa dihindari.
Tak ketinggalan, lanjut Menag, UPQ Ciawi diharapkan bisa mensuplai Al-Qur'an digital untuk anak-anak muda milenial.
"Satu guru harus mengajar sekitar 1.000 orang. Tentu jumlah ini masih sangat kurang. Sedangkan gajinya (guru ngaji) hanya 100 ribu per bulan," ungkapnya.
Baca juga: Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Korupsi Haram, Sengsarakan Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Menag meminta sedapat mungkin Al-Qur'an yang didistribusikan dari UPQ Ciawi mencerahkan masyarakat, yakni di dalamnya ada arti dan maknanya.
"Kita perlu apresiasi percetakan (UPQ) ini, karena pasti standar (terjamin). Dulu kami pernah menemukan Al-Qur'an yang halamannya hilang. Hal hal seperti itu di percetakan ini bisa dihindari.
Tak ketinggalan, lanjut Menag, UPQ Ciawi diharapkan bisa mensuplai Al-Qur'an digital untuk anak-anak muda milenial.
Lihat Juga :