Data Perputaran Uang Judol dari Tahun ke Tahun: Dari Rp2 Triliun, Kini Capai Ratusan Triliun
Sabtu, 30 November 2024 - 19:30 WIB
loading...
PPATK mencatat peningkatan perputaran uang judi online (judol) dari tahun ke tahun. Pada 2017, nilainya sekitar Rp2 triliun, dan pada 2023 mencapai Rp327 triliun. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Koordinator Kelompok Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK ), Natsir Kongah mengungkapkan peningkatan perputaran uang terkait judi online (judol) dari tahun ke tahun. Kini putaran uang judol mencapai ratusan triliun rupiah.
Hal itu diungkapkan Natsir dalam diskusi Polemik bertajuk 'Judi Online, Anak Muda, dan Kita', Sabtu (30/11/2024). Awalnya, Natsir menyatakan pihaknya memulai melakukan tracing transaksi judol sejak 2017. Menurutnya, jumlah peningkatan perputaran uang per tahun mengalami peningkatan 100%.
"Di awal 2017, kita mendeteksi ada perputaran Rp2 triliun, meningkat menjadi hampir 100 persen menjadi Rp3,9 triliun (2018)," kata Natsir.
"Di 2019, ini melonjak lagi menjadi Rp6,1 triliun," sambungnya.
Kemudian, pada 2020 Indonesia dilanda Pandemi Covid-19. Menurutnya, pada waktu tersebut jumlah perputaran uang judol meningkat cukup tajam.
"Masuk masa Covid ketika itu 2020, lonjakannya luar biasa signifikan menjadi Rp15,7 triliun. Lalu kemudian tahun 2021, melonjak lagi menjadi Rp57 triliun," ujarnya.
Hal itu diungkapkan Natsir dalam diskusi Polemik bertajuk 'Judi Online, Anak Muda, dan Kita', Sabtu (30/11/2024). Awalnya, Natsir menyatakan pihaknya memulai melakukan tracing transaksi judol sejak 2017. Menurutnya, jumlah peningkatan perputaran uang per tahun mengalami peningkatan 100%.
"Di awal 2017, kita mendeteksi ada perputaran Rp2 triliun, meningkat menjadi hampir 100 persen menjadi Rp3,9 triliun (2018)," kata Natsir.
"Di 2019, ini melonjak lagi menjadi Rp6,1 triliun," sambungnya.
Kemudian, pada 2020 Indonesia dilanda Pandemi Covid-19. Menurutnya, pada waktu tersebut jumlah perputaran uang judol meningkat cukup tajam.
"Masuk masa Covid ketika itu 2020, lonjakannya luar biasa signifikan menjadi Rp15,7 triliun. Lalu kemudian tahun 2021, melonjak lagi menjadi Rp57 triliun," ujarnya.
Lihat Juga :