INH Salurkan Ribuan Paket Bantuan Musim Dingin untuk Pengungsi Gaza
Jum'at, 29 November 2024 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dubes Palestina-INH Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan: Terima Kasih Rakyat Indonesia
Menurut Qaddoura, bantuan musim dingin ini bagian dari upaya untuk meringankan penderitaan warga Gaza yang terjebak dalam konflik berkepanjangan. "Penyaluran bantuan ini menjadi sangat penting mengingat musim dingin yang ekstrem kini melanda wilayah tersebut," katanya.
Qoddoura menyebut, musim dingin di Jalur Gaza dikenal cukup ekstrem dan bisa sangat berbahaya bagi mereka di tenda pengungsian yang tidak layak. Angin kencang, hujan deras, dan suhu yang bisa turun hingga di bawah 5 celsius membuat banyak keluarga yang tinggal di tempat penampungan sementara menghadapi kesulitan luar biasa.
"Tanpa perlindungan yang memadai, akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti hipotermia, penyakit pernapasan, dan kondisi kesehatan lainnya karena cuaca dingin yang ekstrem," imbuhnya.
Sebagian besar warga Gaza kini tinggal di kamp pengungsian yang sesak, di mana fasilitas yang ada sangat terbatas. Banyak dari mereka tidak memiliki akses ke perlengkapan pemanas, selimut tebal, atau pakaian hangat yang cukup untuk melawan suhu dingin.
Selain itu, kondisi sanitasi yang buruk dan kurangnya pasokan air bersih juga memperburuk situasi kesehatan mereka, menjadikan musim dingin sebagai tantangan besar yang harus dihadapi.
Pada November ini, kata Qaddoura, INH tak hanya menyalurkan bantuan program musim dingin, akan tetapi sejumlah bantuan lain juga disalurkan ke warga Gaza yang dapat membantu mereka bertahan hidup selama tinggal di kamp-kamp pengungsian.
Menurut Qaddoura, bantuan musim dingin ini bagian dari upaya untuk meringankan penderitaan warga Gaza yang terjebak dalam konflik berkepanjangan. "Penyaluran bantuan ini menjadi sangat penting mengingat musim dingin yang ekstrem kini melanda wilayah tersebut," katanya.
Qoddoura menyebut, musim dingin di Jalur Gaza dikenal cukup ekstrem dan bisa sangat berbahaya bagi mereka di tenda pengungsian yang tidak layak. Angin kencang, hujan deras, dan suhu yang bisa turun hingga di bawah 5 celsius membuat banyak keluarga yang tinggal di tempat penampungan sementara menghadapi kesulitan luar biasa.
"Tanpa perlindungan yang memadai, akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti hipotermia, penyakit pernapasan, dan kondisi kesehatan lainnya karena cuaca dingin yang ekstrem," imbuhnya.
Sebagian besar warga Gaza kini tinggal di kamp pengungsian yang sesak, di mana fasilitas yang ada sangat terbatas. Banyak dari mereka tidak memiliki akses ke perlengkapan pemanas, selimut tebal, atau pakaian hangat yang cukup untuk melawan suhu dingin.
Selain itu, kondisi sanitasi yang buruk dan kurangnya pasokan air bersih juga memperburuk situasi kesehatan mereka, menjadikan musim dingin sebagai tantangan besar yang harus dihadapi.
Pada November ini, kata Qaddoura, INH tak hanya menyalurkan bantuan program musim dingin, akan tetapi sejumlah bantuan lain juga disalurkan ke warga Gaza yang dapat membantu mereka bertahan hidup selama tinggal di kamp-kamp pengungsian.
Lihat Juga :