Apa Saja Latar Belakang Terjadinya G30S PKI? Ada 5 Penyebab

Rabu, 13 November 2024 - 15:15 WIB
loading...
Apa Saja Latar Belakang...
Pemberontakan G30S PKI menyebabkan meninggalnya enam orang jenderal dan satu orang perwira. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Apa saja latar belakang terjadinya G30SPKI ? Pada dasarnya banyak yang menyimpulkan jika latar belakang terjadinya G30SPKI adalah karena ada ide Angkatan Kelima yang dicetuskan oleh PKI.

Namun pandangan PKI tersebut ditentang keras oleh militer terutama Angkatan Darat.

Baca juga: Sejarah Pemberontakan G30S PKI: Kronologi, Tujuan, Dalang, dan Tokoh yang Gugur

Kondisi sebenarnya latar belakang terjadinya G30SPKI jauh lebih kompleks dari hanya ide tentang Angkatan Kelima.

Bahkan salah satu hal yang melatar belakangi gerakan pemberontak itu adalah karena jatuh sakitnya Presiden Soekarno.



Partai Komunis Indonesia (PKI) telah menjelma menjadi partai besar dan memiliki pengaruh cukup kuat di dalam perpolitikan Indonesia.

Berdasarkan buku Communism and Economic Development karya Roger W Benjamin dan John H Kautsky (1968), jumlah anggota PKI telah mencapai 3 juta orang pada 1965.

Baca juga: 10 Pahlawan Revolusi Korban Kekejaman G30S/PKI

PKI juga memiliki sejumlah suborganisasi, seperti Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), Pemuda Rakjat, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia, Barisan Tani Indonesia, Himpunan Sardjana Indonesia, dan Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra).

Hal tersebut membuat PKI kerap membuat berbagai gerakan-gerakan besar baik itu terkait gerakan sosial maupun melancarkan kritik untuk pemerintah, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Apa Saja Latar Belakang Terjadinya G30SPKI?

1. Persaingan Politik antara PKI dan TNI


Indonesia pada awal 1960-an menghadapi pertarungan ideologi yang sengit, terutama antara dua kekuatan besar yakni dari golongan angkatan bersenjata dengan PKI.

PKI saat itu menjadi partai politik terbesar di Indonesia setelah PNI, dan mendapat dukungan dari Soekarno. Namun, militer justru melihat perkembangan ini sebagai ancaman serius terhadap stabilitas negara.

2. Isu Dewan Jenderal


PKI menuduh adanya kelompok militer yang disebut sebagai Dewan Jenderal, yaitu sekumpulan perwira tinggi TNI AD yang diduga merencanakan kudeta terhadap Presiden Soekarno.

Tuduhan ini diduga merupakan propaganda yang diciptakan oleh PKI untuk mengalihkan perhatian dan memberikan justifikasi untuk mereka melakukan gerakan kudeta.

3. Angkatan Kelima


Salah satu latar belakang terjadinya G30SPKI adalah usulan PKI untuk membentuk angkatan kelima yang menjadikan buruh dan petani sebagai kekuatan militer untuk mendukung operasi-operasi militer, seperti Dwikora yang sedang dilaksanakan waktu itu.

TNI sebagai kekuatan militer Indonesia di bawah pimpinan Jenderal AH Nasution sebenarnya tidak sepakat dengan usulan Angkatan Kelima.

TNI khawatir PKI akan menyalahgunakan penggunaan senjata oleh buruh dan tani untuk melakukan pemberontakan.

4. Kesehatan Presiden Soekarno yang Memburuk


Pada tahun 1965, kesehatan Presiden Soekarno memburuk, dan ini menimbulkan ketidakpastian politik tentang siapa yang akan menggantikannya.

Soekarno tidak memiliki penerus yang jelas, sehingga terjadi perebutan pengaruh antara TNI AD dan PKI. PKI khawatir bahwa jika Soekarno meninggal, militer akan mengambil alih kekuasaan dan menghancurkan PKI.

5. Mencapai Demokrasi Terpimpin


PKI mendukung konsepsi Demokrasi Terpimpin yang digagas oleh Soekarno, di mana Presiden memiliki kontrol penuh dan partai-partai lain berada di bawah kendalinya.

PKI melihat kesempatan untuk menjadi satu-satunya partai politik yang dominan dengan menyingkirkan lawan-lawan politiknya, terutama TNI AD.

Itulah jawaban untuk pertanyaan apa saja latar belakang terjadinya G30SPKI? Latar belakang terjadinya G30S/PKI sangat kompleks dan melibatkan banyak faktor, mulai dari konflik ideologi, ambisi politik, krisis ekonomi, hingga pengaruh internasional.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, BJ Habibie Ucapkan Sumpah Jabatan Presiden di Istana Merdeka
Peristiwa Bersejarah...
Peristiwa Bersejarah 21 Mei 1998, Soeharto Berhenti dari Jabatan Presiden
Multiverse, Global IR,...
Multiverse, Global IR, dan Tianxia: Membaca Ulang Dunia di Tengah Kesombongan dan Pengulangan Sejarah
10 Jilid Buku Penulisan...
10 Jilid Buku Penulisan Ulang Sejarah yang Diluncurkan Fadli Zon, Ada tentang Orde Baru
Fadli Zon Bakal Susun...
Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur
Saatnya Berdamai dengan...
Saatnya Berdamai dengan Sejarah melalui Pemberian Gelar Pahlawan Nasional
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Rahasia di Balik Simbol...
Rahasia di Balik Simbol @ Berasal dari Tahun 1536
Rekomendasi
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved