Mentan Amran Paparkan Konsep Swasembada Pangan di Retreat Kabinet Merah Putih
Minggu, 27 Oktober 2024 - 15:35 WIB
loading...
(Foto: dok Kementan)
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan adalah gagasan besar dari Presiden Prabowo yang akan dijalankan secara intensif untuk mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.
Dalam menghadapi krisis pangan global dan mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyusun langkah strategis yang tertuang dalam blueprint swasembada pangan. Hal ini disampaikan Mentan Amran saat memberikan materi program swasembada pangan bagi para menteri Kabinet Merah Putih, Sabtu (26/10/2024).
Mentan Amran menjelaskan, pada 2024 Kementan telah melakukan refocusing anggaran untuk mencapai target produksi beras sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan. Pemerintah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Optimalisasi ini memberikan dampak surplus produksi 1,13 juta ton beras dengan nilai total mencapai Rp13,57 triliun. Kebijakan yang tepat ini berhasil meningkatkan produksi beras pada Agustus-Oktober 2024 yang tercatat BPS.
Selain itu, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk memastikan keberhasilan swasembada pangan, Kementan mengimplementasikan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian. Intensifikasi dilakukan dengan pemanfaatan benih unggul, distribusi pupuk yang memadai, dan program pompanisasi di beberapa daerah sentra pangan, seperti sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, Cimanuk, dan Brantas. Kemudian, upaya optimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektare juga menjadi fokus utama.
Di sisi lain, ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian ditargetkan pada cetak sawah baru seluas 3 juta hektare yang tersebar di beberapa daerah, antara lain Merauke dengan target 1 juta hektare, Kalimantan Tengah 500.000 hektare, Kalimantan Selatan 300.000 hektare, Sumatera Selatan 200.000 hektare, serta daerah lainnya seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, dan Sumatera Utara.
Dalam menghadapi krisis pangan global dan mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyusun langkah strategis yang tertuang dalam blueprint swasembada pangan. Hal ini disampaikan Mentan Amran saat memberikan materi program swasembada pangan bagi para menteri Kabinet Merah Putih, Sabtu (26/10/2024).
Mentan Amran menjelaskan, pada 2024 Kementan telah melakukan refocusing anggaran untuk mencapai target produksi beras sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan. Pemerintah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp1,7 triliun. Optimalisasi ini memberikan dampak surplus produksi 1,13 juta ton beras dengan nilai total mencapai Rp13,57 triliun. Kebijakan yang tepat ini berhasil meningkatkan produksi beras pada Agustus-Oktober 2024 yang tercatat BPS.
Selain itu, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk memastikan keberhasilan swasembada pangan, Kementan mengimplementasikan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian. Intensifikasi dilakukan dengan pemanfaatan benih unggul, distribusi pupuk yang memadai, dan program pompanisasi di beberapa daerah sentra pangan, seperti sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, Cimanuk, dan Brantas. Kemudian, upaya optimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektare juga menjadi fokus utama.
Di sisi lain, ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian ditargetkan pada cetak sawah baru seluas 3 juta hektare yang tersebar di beberapa daerah, antara lain Merauke dengan target 1 juta hektare, Kalimantan Tengah 500.000 hektare, Kalimantan Selatan 300.000 hektare, Sumatera Selatan 200.000 hektare, serta daerah lainnya seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, dan Sumatera Utara.
Lihat Juga :