Ketum GP Ansor Addin: Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Butuh Langkah Besar
Kamis, 17 Oktober 2024 - 22:44 WIB
loading...
Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Addin Jauharudin saat membuka Konferensi Besar (Konbes) GP Ansor ke-XXVII di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Kamis (17/10/2024). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Pemuda ( GP) Ansor , Addin Jauharudin menyampaikan pandangan kritis mengenai kondisi global dan dampaknya terhadap Indonesia. Menurutnya, dunia saat ini sedang dalam situasi yang tidak stabil, terutama akibat perang di sejumlah wilayah yang memengaruhi rantai pasokan logistik dan ekonomi global, termasuk Indonesia.
Hal ini disampaikan Addin saat membuka Konferensi Besar (Konbes) GP Ansor ke-XXVII di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Kamis (17/10/2024). Konbes yang dihadiri ratusan pimpinan GP Ansor dari berbagai daerah ini berlangsung dari 17 hingga 19 Oktober 2024. Dalam pidatonya, Addin menekankan, kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami penurunan, dengan meningkatnya angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader GP Ansor untuk mengambil langkah-langkah besar dalam menghadapi tantangan ini.
"Situasi hari ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Dampak dari perang yang berkepanjangan mengganggu rantai pasok, termasuk ekonomi. Di Indonesia, ekonomi tidak baik-baik saja. Banyak PHK, ekonomi cukup menurun, pengangguran bertambah. Dengan kondisi hari ini, butuh langkah-langkah besar untuk mengatasinya," kata Addin di hadapan peserta Konbes.
Sebagai organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia dengan 8 juta anggota, GP Ansor memiliki beragam perangkat, termasuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rijalul Ansor, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta berbagai badan dan lembaga lainnya. Semua elemen tersebut, lanjut Addin, harus berkolaborasi di bawah satu orkestrasi untuk menghadapi tantangan yang ada.
Hal ini disampaikan Addin saat membuka Konferensi Besar (Konbes) GP Ansor ke-XXVII di Hotel Harris, Sentul, Bogor, Kamis (17/10/2024). Konbes yang dihadiri ratusan pimpinan GP Ansor dari berbagai daerah ini berlangsung dari 17 hingga 19 Oktober 2024. Dalam pidatonya, Addin menekankan, kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami penurunan, dengan meningkatnya angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader GP Ansor untuk mengambil langkah-langkah besar dalam menghadapi tantangan ini.
"Situasi hari ini dunia sedang tidak baik-baik saja. Dampak dari perang yang berkepanjangan mengganggu rantai pasok, termasuk ekonomi. Di Indonesia, ekonomi tidak baik-baik saja. Banyak PHK, ekonomi cukup menurun, pengangguran bertambah. Dengan kondisi hari ini, butuh langkah-langkah besar untuk mengatasinya," kata Addin di hadapan peserta Konbes.
Sebagai organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia dengan 8 juta anggota, GP Ansor memiliki beragam perangkat, termasuk Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rijalul Ansor, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta berbagai badan dan lembaga lainnya. Semua elemen tersebut, lanjut Addin, harus berkolaborasi di bawah satu orkestrasi untuk menghadapi tantangan yang ada.
Lihat Juga :