Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran Dinilai Kelemahan Pemerintahan Baru

Kamis, 17 Oktober 2024 - 21:57 WIB
loading...
Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran...
Pengamat Politik Ray Rangkuti menganggap banyaknya calon menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dalam pemerintahan yang akan datang, justru menggambarkan kelemahan kepemimpinan Prabowo Subianto. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat Politik Ray Rangkuti menganggap banyaknya calon menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dalam pemerintahan yang akan datang, justru menggambarkan kelemahan kepemimpinan Prabowo Subianto.

"Lemah dari aspek apa? Pertama adalah lemah di bawah tekanan partai, ini kabinet yang disebut paling banyak partai politiknya, satu partai aja bisa dapat 8 kursi, partai baru saja bisa dapat 2 hingga 3 kursi, itu partai baru," kata Ray dalam Program Interupsi di iNews, Kamis (17/10/2024).

"Oleh karena itu menurut saya, ini salah satu kelemahan pak Prabowo berhadapan dengan partai partai politik," sambungnya.

Baca juga: Prabowo Keluar dari Rumdin Widya Chandra di Tengah Kabar Pertemuan dengan Megawati

Kedua, Prabowo tidak hanya berhadapan dengan banyaknya partai politik yang telah mendukung dalam pilpres, namun juga berhadapan dengan pemerintahan sebelumnya.

"Kelemahan Pak Prabowo berhadapan dengan pemerintahan yang sebelumnya, dalam hal ini Pak Jokowi, kan ada sekitar 16 katanya ya menteri yang ada di zamannya Pak Jokowi itu juga sekarang ikut lagi kemungkinan akan menjabat sebagai menteri kembali," ucapnya.

Baca juga: Ketum Parpol Bertemu Prabowo di Kemhan, Bahlil: Bahas Pascapelantikan

Menurut Ray Rangkuti, tidak semua kementerian dapat diajak bergabung kembali dalam kabinet pemerintahan selanjutnya. Bahkan, kementerian tersebut harus dievaluasi kinerja sebelumnya.

"Kalau mungkin soal ekonomi kita mengerti, mungkin bagian dari kelanjutan, tapi kalau misalnya Menteri Pemuda dan seterusmya itu ada evaluasi enggak, baik kinerja, moral, maupun peristiwa peristiwa," katanya.

Ketiga, kelemahan Prabowo berada di filosofi kepemimpinannya yang mengatakan harus selalu harmoni. "Disebabkan terlalu dominan kata harmoni dalam dirinya itu lah yang mengakibatkan adanya keinginan merangkul semua kelompok yang mengakibatkan sekarang begitu besar," katanya.

"Yang keempat, kepemimpinan Prabowo itu tidak diorientasikan menghadapi kekinian dan masa depan, mengapa saya mengatakan begitu model kepemimpinan dengan banyak kabinet itu, itu sebetulnya mengandaikan engga ada teknologi," sambungnya.

Menurutnya, banyak kinerja kementerian yang bisa dibantu dengan perkembangan teknologi saat ini, sehingga tidak memerlukan jumlah pemimpin yang banyak.

"Dulu kenapa banyak menteri, karena memang harus ditangani oleh orang, sekarang dengan pertumbuhan teknologi, macam macam, orang mengarah dengan efisiensi dan efektivitas, banyak pekerjaan manusia yang bisa digantikan oleh teknologi," ucapnya.

"Sangat unik di tengah begitu banyak sekali perkembangan teknologi yang dapat membantu efisiensi dan efektivitas pemerintahan, Pak Prabowo malah membesarkan," sambungnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Daftar Menteri Kabinet...
Daftar Menteri Kabinet Merah Putih, Dilantik Prabowo Hari Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved