Tunjukkan Amplop, Puan Masih Sembunyikan Jagoan PDIP di Pilkada Surabaya
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, acara pengumuman kali ini diawali dengan gelar kebudayaan sebagai perwujudan gagasan Bung Karno, yakni mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam Kebudayaan.
Tari yang ditampilkan adalah tari Bali karena memang pengumuman ini yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat di Provinsi Bali.
Namun menyangkut Surabaya, seperti disampaikan Puan, Hasto mengatakan PDIP mendengarkan semua masukan dari masyarakat kota itu sebagai kelanjutan kepemimpinan Tri Rismaharini
"Di Surabaya, kita lihat banyak panglima-panglima yang mampu membawa kehormatan partai di sana. Ada masa Bambang DH di sana, kemudian Wali kota Surabaya yang meskipun dikepung Ibu Risma mampu menunjukkan dukungan rakyat yang luar biasa. Lalu kemudian ada Mas Wisnu, ada Mbak Puti Guntur Soekarno sebagai anggota DPR Ri di kota Surabaya," tambah Hasto.
Tari yang ditampilkan adalah tari Bali karena memang pengumuman ini yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat di Provinsi Bali.
Namun menyangkut Surabaya, seperti disampaikan Puan, Hasto mengatakan PDIP mendengarkan semua masukan dari masyarakat kota itu sebagai kelanjutan kepemimpinan Tri Rismaharini
"Di Surabaya, kita lihat banyak panglima-panglima yang mampu membawa kehormatan partai di sana. Ada masa Bambang DH di sana, kemudian Wali kota Surabaya yang meskipun dikepung Ibu Risma mampu menunjukkan dukungan rakyat yang luar biasa. Lalu kemudian ada Mas Wisnu, ada Mbak Puti Guntur Soekarno sebagai anggota DPR Ri di kota Surabaya," tambah Hasto.
(dam)