INH Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk 3.000 Keluarga Pengungsi Gaza
Rabu, 18 September 2024 - 21:21 WIB
loading...
Internastional Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan logistik. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina masih memprihatinkan. Pembantaian dan gempuran militer Israel terus berlangsung di sejumlah wilayah di Jalur Gaza.
Lembaga kemanusiaan Internastional Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan logistik untuk ribuan pengungsi yang ada di sejumlah wilayah Gaza bagian selatan seperti kamp pengungsian Al Mawasi, Khan Younis, Raffah, dan Kamp Pusat wilayah timur.
Manager Hubungan Internasional INH Muhammed Z.M Qaddoura mengatakan, penyaluran program bantuan untuk Gaza ini rutin dilakukan setiap bulannya dengan jenis bantuan kemanusiaan bervariatif di antaranya, sayur-mayur, bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, paket kue dan trauma healing untuk anak-anak korban agresi dan genosida Israel.
“Alhamdulillah, setiap bulan kami masih bisa menyalurkan bantuan secara rutin di dalam area Gaza yang terkepung. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang tak pernah bosan dan lelah membantu warga Palestina,” kata Qaddoura, Rabu (18/9/2024).
Qaddoura menceritakan, meski kondisi Jalur Gaza berdasarkan data PCBS beberapa waktu lalu mengalami kerusakan cukup parah terutama di sektor infrastruktur yakni mencapai lebih dari 75%. Namun semangat untuk mempertahankan tanah Gaza sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 90% dari total populasi warga Gaza lainya memilih untuk mengungsi meski tidak ada jaminan keselamatan.
Lembaga kemanusiaan Internastional Networking for Humanitarian (INH) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan logistik untuk ribuan pengungsi yang ada di sejumlah wilayah Gaza bagian selatan seperti kamp pengungsian Al Mawasi, Khan Younis, Raffah, dan Kamp Pusat wilayah timur.
Manager Hubungan Internasional INH Muhammed Z.M Qaddoura mengatakan, penyaluran program bantuan untuk Gaza ini rutin dilakukan setiap bulannya dengan jenis bantuan kemanusiaan bervariatif di antaranya, sayur-mayur, bantuan logistik seperti makanan siap saji, air bersih, paket kue dan trauma healing untuk anak-anak korban agresi dan genosida Israel.
“Alhamdulillah, setiap bulan kami masih bisa menyalurkan bantuan secara rutin di dalam area Gaza yang terkepung. Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang tak pernah bosan dan lelah membantu warga Palestina,” kata Qaddoura, Rabu (18/9/2024).
Qaddoura menceritakan, meski kondisi Jalur Gaza berdasarkan data PCBS beberapa waktu lalu mengalami kerusakan cukup parah terutama di sektor infrastruktur yakni mencapai lebih dari 75%. Namun semangat untuk mempertahankan tanah Gaza sangat tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh, sekitar 90% dari total populasi warga Gaza lainya memilih untuk mengungsi meski tidak ada jaminan keselamatan.
Lihat Juga :