Holding Industri Pertahanan Agar Lebih Mumpuni Pasok Kebutuhan Alutsista
Kamis, 27 Agustus 2020 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Zakky, industri pertahanan milik pemerintah sedang membuat master plan agar bisa tembus di urutan 50 besar dunia. Target lainnya yang harus tercapai pada 2024, sambung dia, kontribusi industri pertahanan nasional bisa membuat produk dengan komponen lokal mencapai 50%. Untuk mewujudkan itu semua, industri pertahanan BUMN harus bersinergi dan berada dalam satu kluster untuk memperkuat finansial dan mengintegrasikan rantai pasokan dan ekosistem.
Zakky melanjutkan, dengan pendirian holding, industri pertahanan bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDA) dan melakukan penilaian terhadap talenta perusahaan. Ujung dari semua itu nanti industri pertahanan saling terintegrasi dan menjadi BUMN yang kuat untuk mendukung pertahanan negara dan perekonomian nasional. "Jangan sampai industri pertahanan cakar-cakaran, bertengkar satu dengan lainnya,” katanya.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja menjelaskan, kini perusahaan sedang membuat produk pesanan khusus dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yaitu kendaraan taktis (rantis) bernama Maung. Pesanan yang akan dipenuhi itu mencapai 500 unit. "Kita melihat kebutuhan dan peluang dari berbagai macam kondisi Maung, ini sekalian kita sedang industrialisasi semoga tahun ini bisa 500 unit meskipun kapasitas kita bangunan mencapai 1.000 unit dengan berbagai variannya," kata Ade.
Dia menyatakan, PT Pindad juga akan meluncurkan kendaraan tempur lainnya pada 2021. Hanya saja alutsista kali ini diperuntukkan bagi TNI AL. (Baca juga: BLT Rp600.000 Ditunggu Karyawan, Sri Mulyani: Pasti Cair Minggu Ini)
Sekjen Kemhan Laksda (Purn) Agus Setiadji mengomentari rencana Menhan Prabowo Subianto membeli pesawat tempur Typhoon bekas dari Austria. Agus mengatakan, apa pun kebijakan yang diputuskan Menhan pasti ada dasar-dasar kuat untuk pengambilan keputusan.
Zakky melanjutkan, dengan pendirian holding, industri pertahanan bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDA) dan melakukan penilaian terhadap talenta perusahaan. Ujung dari semua itu nanti industri pertahanan saling terintegrasi dan menjadi BUMN yang kuat untuk mendukung pertahanan negara dan perekonomian nasional. "Jangan sampai industri pertahanan cakar-cakaran, bertengkar satu dengan lainnya,” katanya.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja menjelaskan, kini perusahaan sedang membuat produk pesanan khusus dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yaitu kendaraan taktis (rantis) bernama Maung. Pesanan yang akan dipenuhi itu mencapai 500 unit. "Kita melihat kebutuhan dan peluang dari berbagai macam kondisi Maung, ini sekalian kita sedang industrialisasi semoga tahun ini bisa 500 unit meskipun kapasitas kita bangunan mencapai 1.000 unit dengan berbagai variannya," kata Ade.
Dia menyatakan, PT Pindad juga akan meluncurkan kendaraan tempur lainnya pada 2021. Hanya saja alutsista kali ini diperuntukkan bagi TNI AL. (Baca juga: BLT Rp600.000 Ditunggu Karyawan, Sri Mulyani: Pasti Cair Minggu Ini)
Sekjen Kemhan Laksda (Purn) Agus Setiadji mengomentari rencana Menhan Prabowo Subianto membeli pesawat tempur Typhoon bekas dari Austria. Agus mengatakan, apa pun kebijakan yang diputuskan Menhan pasti ada dasar-dasar kuat untuk pengambilan keputusan.
Lihat Juga :