Cegah Karhutla, Kementerian LHK Optimalkan TMC hingga Tahun Depan
Kamis, 27 Agustus 2020 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Bidang Teknologi Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yudi Anantasena mengatakan, agar efektivitasnya optimal, TMC perlu dilakukan dari sebelum memasuki musim kemarau.
"Tingkat efektivitas TMC pada periode Juli-Agustus tidak sebesar pada Mei dan sebelumnya. Mungkin karena kondisinya sekarang sudah mulai kering. Menyemai awan sebelum musim kemarau datang itu lebih banyak menghasilkan curah hujan," ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, menyampaikan sampai Agustus 2020, sebanyak 85 persen daerah zona musim telah memasuki musim kemarau dan telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut. Bervariasi antara 21-30 hari, 31-60 hari, dan di atas 60 hari.
"Sebagian daerah yang telah masuk musim kemarau tahun 2020 telah mengalami HTH di atas 21 hari, sehingga perlu mewaspadai potensi kekeringan meteorologis," ujar Herizal.
Berdasarkan panjang HTH dan potensi hujan rendah atau kurang dari 20 milimeter sampai akhir pertengahan September 2020. Sejumlah wilayah dinilai perlu perhatian peringatan dini kekeringan pada level Waspada, Siaga, dan Awas. Beberapa wilayah tersebut yaitu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
"Tingkat efektivitas TMC pada periode Juli-Agustus tidak sebesar pada Mei dan sebelumnya. Mungkin karena kondisinya sekarang sudah mulai kering. Menyemai awan sebelum musim kemarau datang itu lebih banyak menghasilkan curah hujan," ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, menyampaikan sampai Agustus 2020, sebanyak 85 persen daerah zona musim telah memasuki musim kemarau dan telah mengalami hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut. Bervariasi antara 21-30 hari, 31-60 hari, dan di atas 60 hari.
"Sebagian daerah yang telah masuk musim kemarau tahun 2020 telah mengalami HTH di atas 21 hari, sehingga perlu mewaspadai potensi kekeringan meteorologis," ujar Herizal.
Berdasarkan panjang HTH dan potensi hujan rendah atau kurang dari 20 milimeter sampai akhir pertengahan September 2020. Sejumlah wilayah dinilai perlu perhatian peringatan dini kekeringan pada level Waspada, Siaga, dan Awas. Beberapa wilayah tersebut yaitu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.
(maf)
Lihat Juga :