Finalis Putra Putri Tenun dan Songket Diimbau Bijak Bermedsos

Minggu, 08 September 2024 - 21:16 WIB
loading...
Finalis Putra Putri...
Grand Final Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2024 ke 5 tahun digelar di Golden Ballroom The Sultan Hotel and Residence Jakarta. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Finalis Putra Putri Tenun dan Songket Indonesia 2024 diimbau untuk lebih bijak bermedia sosial. Puluhan putra putri dari masing-masing provinsi itu mendapat pembekalan dari tokoh pemuda Jakarta Barat Umar Abdul Aziz.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk memberikan pembekalan kepada finalis Putra Putri Tenun dan Songket. Dalam materinya saya mengatakan kepada para finalis yang terpilih dari berbagi daerah untuk bijak dalam mengunakan medsos,” kata Umar dikutip Minggu (8/9/2024).

Umar menyarankan agar finalis menggunakan medsos untuk memperkenalkan kepada sesama generasi tentang salah satu budaya Indonesia, yakni tenun sebagai warisan budaya bangsa Indonesia agar lebih dikenal.

“Karena sekarang ini generasi milenial lebih bangga mengenakan produk pakaian luar negeri daripada warisan budaya. Saya harap kepada setiap pengusaha untuk membuat aturan bagi pegawai agar setiap satu bulan sekali mengenakan busana tenun,” pungkasnya.

Diketahui, Komunitas Indonesia International Fashion Art & UKM (KADIIFA) bersama Yayasan Putra Putri Tenun dan Songket Indonesia menggelar pemilihan Putra Putri Tenun dan Songket dalam rangka memperingati Hari Tenun Nasional 2024. Adapun pesertanya putra putri Indonesia terpilih.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan tanggal 7 September sebagai Hari Tenun Nasional. Bertepatan dengan itu, Grand Final Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2024 ke 5 tahun digelar di Golden Ballroom The Sultan Hotel and Residence Jakarta.

Ketua Umum KADIIFA sekaligus Founder dan Ketua Umum Yayasan Putra Putri Tenun & Songket Indonesia Anna Mariana menjelaskan, hari tenun menjadi momen penting bagi pengembangan dan pelestarian warisan budaya Indonesia. Karena itu, pemilihan putra putri tenun songket dilakukan untuk memahami sejarah dan budaya bangsanya yaitu sastra Tenun Indonesia.

"Apabila kita tidak perkenalkan kepada generasi muda dari sekarang, mungkin lima tahun atau sepuluh tahun kedepan kita akan kehilangan jati diri bangsa yaitu ciri khas budaya bangsa yang selama ini menjadi busana adat kita dari sabang sampai merauke," kata Prof Anna.

Terlebih saat ini kain tradisional Indonesia tengah bersaing dengan brand luar negeri. Karena itu, dorongan rasa kecintaan dan kebanggaannya menggunakan serta mengenal busana, pasti akan kehilangan.

Pihaknya juga terus mendorong program-program pemerintah dan memberikan solusi bagaimana pelestarian ini terus maksimal. Salah satunya, mendorong agar lebih maksimal di Kurikulum Sekolah Menenun.

Tidak hanya pemilihan Putra Putri Tenun, acara juga diramaikan dengan talkshow yang menghadirkan para expertis seperti Fashion Designer ternama Hengky Kawilarang, Social Media Influencer Kushandari Arfanidewi, dan juga Head of Tenun Production at Dian Pelangi yaitu Dino Wahyu Utomo yang memperkenalkan budaya bertenun dan perkembangan tenun di masa kini bagi para Gen-Z.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota Polri Dilarang...
Anggota Polri Dilarang Live Streaming di Medsos saat Bertugas
Pemerintah Resmi Melarang...
Pemerintah Resmi Melarang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Medsos
Abigail Limuria Sebut...
Abigail Limuria Sebut Buzzer Meresahkan dan Mematikan Dialog Sehat di Medsos
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Densus 88: Kelompok...
Densus 88: Kelompok Teror Rekrut Anak-anak Pakai Medsos dan Game Online
Komisi I DPR Soroti...
Komisi I DPR Soroti Konten Tak Pantas di Media Digital, Pertanyakan Pengawasan
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Masyarakat Takut Lihat...
Masyarakat Takut Lihat Informasi Hantavirus di Medsos, Legislator Jakarta: Pemerintah Harus Beri Edukasi
Anak-anak di Prancis...
Anak-anak di Prancis Kecanduan Sosmed, Presiden Macron Ambil Langkah Ini
Rekomendasi
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Messi Kejar Sejarah,...
Messi Kejar Sejarah, Aljazair Jadi Korban Pertama?
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved