alexametrics

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, PKS Langsung Ingatkan Janji Kampanye

loading...
Jokowi-Maruf Dilantik, PKS Langsung Ingatkan Janji Kampanye
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan bersikap kritis dan konstruktif terhadap Pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengucapkan selamat kepada Joko Widodo-Ma'ruf Amin atas pelantikannya sebagai Presidan dan Wakil Presiden 2019-2024.

PKS menegaskan akan selalu bersikap kritis konstruktif kepada pemerintah demi membangun Indonesia.

"Saya ucapkan selamat atas pelantikan dan selamat bekerja kepada Presiden Jokowi- Kiyai Ma'ruf pada periode II. Insya Allah kita akan sama-sama membangun Indonesia sebagai Koalisi dan oposisi kritis konstruktif," kata
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Minggu (20/10/2019).



Dia mengatakan ada banyak "pekerjaan rumah" yang tidak selesai pada lima tahun sebelumnya yang harus dituntaskan di periode kedua, "Saya berharap Presiden Jokowi bisa menuntaskan banyak janji-janjinya yang lalu pada 5 tahun kedepan," ujar Mardani.

Mardani mengatakan, masih banyak janji Presiden Jokowi seperti konsep Revolusi Mental yang masih belum tuntas di jalankan, "Janji konsep Revolusi Mental sejalan yang digaungkan Presiden Jokowi dengan reformasi birokrasi harus bener-benar di tuntaskan di periode kedua," kata Mardani.

Selain itu, masih banyak masalah besar lain seperti janji pertumbuhan ekonomi sebesar 7% yang masih belum terpenuhi, defisitnya neraca perdagangan,ekspor yang masih melempem, semrawutnya pengelolaan BPJS, kebakaran hutan dan lahan, meningkatkan lapangan kerja tenaga hingga menjaga kesejahteraan masyarakat belum lagi kualitas pendidikan yang belum membaik.

Oleh karena itu, Mardani mengingatkan bahwa janji itu adalah hutang yang harus bayar, “Saya mendoakan agar Pak Jokowi bisa menuntaskan semua janji dalam kampanyenya, insya Allah bila semua janji itu bisa di tepati akan dikenang sebagai presiden yang sukses memimpin Indonesia selama 10 tahun pemerintahan, PKS, insya Allah akan istikamah menjadi oposisi kebaikan, yaitu kritis konstruktif,” tuturnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak