Pesawat N250 Bukti Penerbangan Indonesia Pernah Gemparkan Dunia
Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Fadjar menjelaskan, pemindahan pesawat N250 dari PT DI di Bandung, Jawa Barat ke Muspusdirla merupakan prakarsa dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang kala itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). "Ketika itu, beliau berkunjung ke PT DI dan melihat ada pesawat N250 di hanggar. Beliau ingin pesawat karya anak bangsa ini bisa dilihat oleh seluruh masyarakat Indonesia," katanya. (Baca juga: N250 Gatot Kaca Tiba di Yogyakarta, Tempuh Jalan Darat 567 Km)
Fadjar menambahkan, penyerahan pesawat N250 Prototype Aircraft 01 (PA01) Gatotkaca ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (SKEP) Nomor 284/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020, tentang Penugasan Penerimaan Hibah Pesawat PA01 N250 milik PT DI untuk ditempatkan di Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Bandung sejauh 567 kilometer, akhirnya pesawat itu tiba di Yogyakarta sekitar pukul 04.30 pada Jumat 21 Agustus 2020.
”Penulisan N250 pada badan pesawat tersebut memiliki sejumlah arti. Huruf "N" bermakna Nusantara. Angka 2 menunjukkan jumlah mesin turboprop yang digunakan oleh pesawat tersebut. Sedangkan, angka 50 adalah kapasitas penumpang pesawat. Sementara, penamaan Gatot Kaca adalah nama yang diberikan Presiden Soeharto,” katanya.
Fadjar menambahkan, penyerahan pesawat N250 Prototype Aircraft 01 (PA01) Gatotkaca ini didasarkan pada Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (SKEP) Nomor 284/VIII/2020 tanggal 14 Agustus 2020, tentang Penugasan Penerimaan Hibah Pesawat PA01 N250 milik PT DI untuk ditempatkan di Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Bandung sejauh 567 kilometer, akhirnya pesawat itu tiba di Yogyakarta sekitar pukul 04.30 pada Jumat 21 Agustus 2020.
”Penulisan N250 pada badan pesawat tersebut memiliki sejumlah arti. Huruf "N" bermakna Nusantara. Angka 2 menunjukkan jumlah mesin turboprop yang digunakan oleh pesawat tersebut. Sedangkan, angka 50 adalah kapasitas penumpang pesawat. Sementara, penamaan Gatot Kaca adalah nama yang diberikan Presiden Soeharto,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :