Mendagri: Pilkada Bagian Tak Terpisahkan dari Penanganan Covid-19
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:12 WIB
loading...
Mendagri Tito Karnavian. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi Pemprov Sumbar yang telah mencairkan dana hibah untuk penyelenggara dan pengamanan pilkada. Hal ini disampaikan dalam koordinasi pelaksanaan Pilkada 2020 dengan Pemprov Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (25/8/2020) malam.
“Ini penanganan Covid-19-nya bagus. Ini kita lihat anggaran untuk KPU-nya sudah 100 persen, Bawaslu-nya sudah 100 persen, dan pengamanan sudah 100 persen,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).
(Baca: Mendagri Usul Kelurahan Digerojok Anggaran untuk Hadapi Covid-19)
Tahun ini, ada 14 daerah yang akan melaksanakan pilkada di Sumbar. Rinciannya, satu tingkat provinsi dan 13 kabupaten/kota. Sebagian besar realisasi naskah perjanjian hibah daerah (NPHD)-nya sudah cair. Tingga Kabupaten Pesisir Selatan.
“Sudah bagus 77 persen dan 65 persen, sudah bisa bekerja KPU-Bawaslu. Namun, akan lebih bagus lagi kalau bisa menjadi 100 persen, pak,” tutur pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu.
Dalam acara itu, Tito menegaskan pilkada ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan pandemi Covid-19. “Pilkada serentak ini harus dijadikan momentum untuk bergerak maksimal menghadapi pandemi. Menggerakkan mesin-mesin daerah,” tuturnya.
Mantan kapolri itu menyebut pilkada sebagai momentum power struggle, yakni pertarungan untuk mendapatkan kekuasan. Untuk itu, semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai agenda penanganan Covid-19. Caranya, dengan memasukkan manajemen isu penanganan Covid-19 dalam kontestasi pilkada.
“Ini penanganan Covid-19-nya bagus. Ini kita lihat anggaran untuk KPU-nya sudah 100 persen, Bawaslu-nya sudah 100 persen, dan pengamanan sudah 100 persen,” ujar Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).
(Baca: Mendagri Usul Kelurahan Digerojok Anggaran untuk Hadapi Covid-19)
Tahun ini, ada 14 daerah yang akan melaksanakan pilkada di Sumbar. Rinciannya, satu tingkat provinsi dan 13 kabupaten/kota. Sebagian besar realisasi naskah perjanjian hibah daerah (NPHD)-nya sudah cair. Tingga Kabupaten Pesisir Selatan.
“Sudah bagus 77 persen dan 65 persen, sudah bisa bekerja KPU-Bawaslu. Namun, akan lebih bagus lagi kalau bisa menjadi 100 persen, pak,” tutur pria asal Palembang, Sumatera Selatan itu.
Dalam acara itu, Tito menegaskan pilkada ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan pandemi Covid-19. “Pilkada serentak ini harus dijadikan momentum untuk bergerak maksimal menghadapi pandemi. Menggerakkan mesin-mesin daerah,” tuturnya.
Mantan kapolri itu menyebut pilkada sebagai momentum power struggle, yakni pertarungan untuk mendapatkan kekuasan. Untuk itu, semestinya dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai agenda penanganan Covid-19. Caranya, dengan memasukkan manajemen isu penanganan Covid-19 dalam kontestasi pilkada.
Lihat Juga :