Masyarakat Indonesia Masih Kekurangan Akses Air Bersih
Selasa, 13 Agustus 2024 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
"Rata-rata sungai di Indonesia itu memiliki penurunan debit air sekitar 30%. Artinya, masih ada 70% debit yang bisa dikelola oleh Pemerintah sebagai sumber air untuk irigasi dan sumber air baku untuk air layak pakai dan air minum," katanya.
Dia menilai, pemerintah pusat maupun daerah saat ini belum maksimal memanfaatkan sungai sebagai sumber air baku. Dia mencontohkan, di Surabaya yang pipanisasi akses air layak pakai sudah mencapai 100% untuk penduduk seluruh Surabaya.
"PDAM di sini mengambil air baku dari Sungai Kalimas yang mengalir dari Sungai Surabaya dari Sidoarjo, yang hanya sekitar tidak lebih dari 10% saja dari total debit yang dipakai untuk PDAM Surabaya. Sisanya yang 90% mengalir ke laut," paparnya.
Artinya aliran air sungai tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan air layak pakai di wilayah sekitar Surabaya, Gresik, Bangkalan termasuk Sidoarjo. Tetapi ironisnya di Wilayah Sidoarjo yang mempunyai aliran sungai dua buah jauh lebih besar dari Surabaya, akses air layak pakai masyarakat di sidoarjo baru mencapai sekitar 35%. Ini tentu sangat Memprihatinkan.
Selain itu, dia juga menyampaikan keprihatinannya karena selain belum meratanya akses air bersih melalui pipa, masyarakat juga terbebani dengan mahalnya harga air PDAM yang hanya layak pakai bukan layak minum. Di mana harga air layak pakai di Indonesia bisa mencapai Rp17.000 per meter kubik seperti di Jakarta dan Sidoarjo.
"Sebagai perbandingan, di Eropa, walaupun bisa dikatakan negara yang memiliki tarif air minum nya paling mahal di dunia, setara dengan Rp80.000 per meter kubik, tapi akses air minum tersebut betul-betul layak di minum," katanya.
Dia menilai, pemerintah pusat maupun daerah saat ini belum maksimal memanfaatkan sungai sebagai sumber air baku. Dia mencontohkan, di Surabaya yang pipanisasi akses air layak pakai sudah mencapai 100% untuk penduduk seluruh Surabaya.
"PDAM di sini mengambil air baku dari Sungai Kalimas yang mengalir dari Sungai Surabaya dari Sidoarjo, yang hanya sekitar tidak lebih dari 10% saja dari total debit yang dipakai untuk PDAM Surabaya. Sisanya yang 90% mengalir ke laut," paparnya.
Artinya aliran air sungai tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan air layak pakai di wilayah sekitar Surabaya, Gresik, Bangkalan termasuk Sidoarjo. Tetapi ironisnya di Wilayah Sidoarjo yang mempunyai aliran sungai dua buah jauh lebih besar dari Surabaya, akses air layak pakai masyarakat di sidoarjo baru mencapai sekitar 35%. Ini tentu sangat Memprihatinkan.
Selain itu, dia juga menyampaikan keprihatinannya karena selain belum meratanya akses air bersih melalui pipa, masyarakat juga terbebani dengan mahalnya harga air PDAM yang hanya layak pakai bukan layak minum. Di mana harga air layak pakai di Indonesia bisa mencapai Rp17.000 per meter kubik seperti di Jakarta dan Sidoarjo.
"Sebagai perbandingan, di Eropa, walaupun bisa dikatakan negara yang memiliki tarif air minum nya paling mahal di dunia, setara dengan Rp80.000 per meter kubik, tapi akses air minum tersebut betul-betul layak di minum," katanya.
Lihat Juga :