Tak Bebas Usung Jagoan di Pilkada Jakarta, Jabar, dan Banten Penyebab Airlangga Mundur
Senin, 12 Agustus 2024 - 08:50 WIB
loading...
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai keputusan Airlangga Hartarto mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar karena tidak leluasa mengusung jagoannya di Pilkada 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai keputusan Airlangga Hartarto mundur sebagai Ketua Umum Partai Golkar secara tiba-tiba memunculkan tanda tanya publik.
Dedi menganggap, Airlangga cukup berhasil membawa Golkar di Pemilu 2019 dan 2024 lalu dan berhasil membangun soliditas di tengah goncangan politik internal Golkar dalam dua kali pemilu nasional.
"Sehingga bukan soal soliditasnya dia mundur, tapi ada tekanan yang mungkin jauh lebih besar dibandingkan dengan rival-rival politiknya di Golkar, ya tentu kekuatan ini mengarah ke Istana," ujarnya, Senin (12/8/2024).
Baca juga: Airlangga Mundur dari Golkar, Istana: Tidak Ada Kaitannya dengan Presiden Jokowi
Menurut Dedi, mundurnya Airlangga diduga terkait dengan momentum Pilkada 2024. Dia menduga, Airlangga tak leluasa dalam menentukan jagoan yang diusungnya. Misalnya, dimulai dari Pilkada Banten.
Dedi menganggap, Airlangga cukup berhasil membawa Golkar di Pemilu 2019 dan 2024 lalu dan berhasil membangun soliditas di tengah goncangan politik internal Golkar dalam dua kali pemilu nasional.
"Sehingga bukan soal soliditasnya dia mundur, tapi ada tekanan yang mungkin jauh lebih besar dibandingkan dengan rival-rival politiknya di Golkar, ya tentu kekuatan ini mengarah ke Istana," ujarnya, Senin (12/8/2024).
Baca juga: Airlangga Mundur dari Golkar, Istana: Tidak Ada Kaitannya dengan Presiden Jokowi
Menurut Dedi, mundurnya Airlangga diduga terkait dengan momentum Pilkada 2024. Dia menduga, Airlangga tak leluasa dalam menentukan jagoan yang diusungnya. Misalnya, dimulai dari Pilkada Banten.
Lihat Juga :