Menag Sebut Dialog Kebangsaan Penting untuk Perkuat Persatuan dan Cegah Intoleransi
Senin, 05 Agustus 2024 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
“Pesan yang selalu disampaikan Bapak Prabowo Subianto dalam berbagai acara partai adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak”, ungkap Fary.
Mantan Ketua Komisi V DPR ini memaknai pesan Prabowo dalam hidup bermasyarakat menjadi sahabat bagi semua orang lebih luhur daripada menjadi musuh.
“Ini berarti membangun persahabatan, menjadi sahabat bagi semua orang jauh lebih luhur daripada menjadi musuh, menjadi duri dalam daging bagi orang lain. Kita hanya bisa membangun bangsa dan daerah dalam persahabatan, dalam persaudaraan, dalam kebersamaan, dalam saling respek,” jelas Fary.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan dan Rapat Kerja Gekira Nikson Silalahi mengungkapkan latar belakang diselenggarakannya dialog ini. Menurut Nikson, dialog ini dilakukan karena kejadian terus berulang di tengah masyarakat di mana sekelompok orang sulit menerima perbedaan.
“Dialog kebangsaan ini dilaksanakan, karena di tengah masyarakat ada kejadian yang terus berulang yaitu orang sulit menerima perbedaan. Kita sering membaca dan mendengar, sekelompok masyarakat membubarkan orang yang lagi beribadah. Tidak menerima perbedaan tampak juga dalam sikap mempersulit pendirian rumah ibadah,” ungkap Nikson.
Nikson juga mengungkapkan, dialog kebangsaan ini mengingatkan semua pihak akan pesan yang terus disampaikan presiden terpilih Prabowo Subianto yaitu pentingnya bersatu untuk mencapai bangsa yang maju dan sejahtera. “Dialog ini juga mengingatkan kita terhadap pesan yang terus disampaikan Pak Prabowo, yaitu menjaga persatuan dan keharmonisan hubungan satu sama lain.
Adapun salah satu syarat menuju negara maju, menurut Pak Prabowo adalah jika rakyatnya bersatu,” tutup Nikson.
Mantan Ketua Komisi V DPR ini memaknai pesan Prabowo dalam hidup bermasyarakat menjadi sahabat bagi semua orang lebih luhur daripada menjadi musuh.
“Ini berarti membangun persahabatan, menjadi sahabat bagi semua orang jauh lebih luhur daripada menjadi musuh, menjadi duri dalam daging bagi orang lain. Kita hanya bisa membangun bangsa dan daerah dalam persahabatan, dalam persaudaraan, dalam kebersamaan, dalam saling respek,” jelas Fary.
Ketua Panitia Dialog Kebangsaan dan Rapat Kerja Gekira Nikson Silalahi mengungkapkan latar belakang diselenggarakannya dialog ini. Menurut Nikson, dialog ini dilakukan karena kejadian terus berulang di tengah masyarakat di mana sekelompok orang sulit menerima perbedaan.
“Dialog kebangsaan ini dilaksanakan, karena di tengah masyarakat ada kejadian yang terus berulang yaitu orang sulit menerima perbedaan. Kita sering membaca dan mendengar, sekelompok masyarakat membubarkan orang yang lagi beribadah. Tidak menerima perbedaan tampak juga dalam sikap mempersulit pendirian rumah ibadah,” ungkap Nikson.
Nikson juga mengungkapkan, dialog kebangsaan ini mengingatkan semua pihak akan pesan yang terus disampaikan presiden terpilih Prabowo Subianto yaitu pentingnya bersatu untuk mencapai bangsa yang maju dan sejahtera. “Dialog ini juga mengingatkan kita terhadap pesan yang terus disampaikan Pak Prabowo, yaitu menjaga persatuan dan keharmonisan hubungan satu sama lain.
Adapun salah satu syarat menuju negara maju, menurut Pak Prabowo adalah jika rakyatnya bersatu,” tutup Nikson.
(cip)
Lihat Juga :