Kemenag Latih Takmir Masjid hingga Difabel Siaga Hadapi Bencana
Kamis, 01 Agustus 2024 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
"Terakhir, diharapkan mampu melahirkan rekomendasi berupa kebijakan yang efektif untuk pemanfaatan pengetahuan lokal dan teknologi informasi dalam mitigasi dan manajemen risiko bencana," jelasnya.
Nur mengungkapkan, workshop tersebut merupakan bentuk perhatian pada masyarakat Sumatra Barat agar peka terhadap bencana. "Mereka (takmir dan penyuluh agama) adalah tokoh di lingkungan mereka masing-masing. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekitar terhadap bencana," ungkapnya.
Direktur Eksekutif Most UNESCO Fakhriati mengatakan, workshop ini merupakan respons terhadap kejadian bencana yang dahsyat beberapa bulan lalu di Sumatera Barat. "Banjir galodo di selingkar Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta banjir di Pesisir Selatan dan kabupaten lainnya menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.
Kegiatan workshop digelar dua hari, 30 – 31 Juli 2024, dihadiri takmir masjid, penyuluh, dan 15 difabel.
Nur mengungkapkan, workshop tersebut merupakan bentuk perhatian pada masyarakat Sumatra Barat agar peka terhadap bencana. "Mereka (takmir dan penyuluh agama) adalah tokoh di lingkungan mereka masing-masing. Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekitar terhadap bencana," ungkapnya.
Direktur Eksekutif Most UNESCO Fakhriati mengatakan, workshop ini merupakan respons terhadap kejadian bencana yang dahsyat beberapa bulan lalu di Sumatera Barat. "Banjir galodo di selingkar Gunung Marapi, Kabupaten Agam dan Tanah Datar, serta banjir di Pesisir Selatan dan kabupaten lainnya menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.
Kegiatan workshop digelar dua hari, 30 – 31 Juli 2024, dihadiri takmir masjid, penyuluh, dan 15 difabel.
(cip)
Lihat Juga :