Ismail Haniyeh Terbunuh, Din Syamsudin Ajak Umat Islam Salat Gaib usai Salat Jumat

Rabu, 31 Juli 2024 - 22:23 WIB
loading...
Ismail Haniyeh Terbunuh,...
Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menggelar konferensi pers atas terbunuhnya pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Iran. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dalam sebuah serangan di Teheran, Iran. Organisasi nirlaba itu juga mengutuk keras kejahatan kemanusiaan yang dilakukan zionis Israel yang terjadi sejak puluhan tahun lalu.

Ketua Dewan Pengarah ARI-BP, Prof Din Syamsudin mengajak umat muslim melaksanakan salat gaib bersama usai salat Jumat lusa, 2 Agustus 2024 mendatang. Bagi umat agama lainnya, bisa melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.

"Menyerukan umat Islam khususnya untuk melakukan salat goib, khususnya setelah salat Jumat lusa, di seluruh masjid di Tanah Air, dan pada umat agama lain silakan berdoa menurut caranya masing-masing," ujar Prof Din saat jumpa pers di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (31/7/2024) malam.



Prof Din juga mengajak para pendukung dari ARI-BP agar terus menyuarakan kemerdekaan Palestina dari penjajah Israel. Saat jumpa pers berlangsung, seketika ponsel Prof Din berbunyi. Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau JK menelepon Din Syamsuddin. Lewat pengeras suara, JK juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Haniyeh oleh tentara Israel.

"Dalam kesempatan ini kita semua umat Islam di dunia merasakan duka cita mendalam, innalillahi wainna ilaihi roji'un atas kematian Ismail Haniyeh," kata JK.

Menurut dia, masyarakat Indonesia tentu mendukung perjuangan Haniyeh dalam upaya memerdekakan rakyat Palestina dari jajahan Israel. Dia bermunajat, agar Haniyeh mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. "Untuk umat Palestina semoga mendapat perlindungan Allah Subhanahu wa ta'ala," ucap JK.

Dalam kesempatan itu, JK juga mengenang pertemuan dengan Haniyeh di Doha, Qatar pada Jumat (12/7/2024) lalu. Pertemuan keduanya membahas terkait situasi Israel dan Hamas. "Beliau ini orang baik dan pintar," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pembunuhan ini kian memperjelas bahwa Israel mengacuhkan keputusan Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ). Selain itu, Israel juga tidak peduli terhadap fakta yang ada, bahwa lebih dari 23 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima kedaulatan negara Palestina.

"Oleh karena itu bagi kita di Indonesia penting sekali atas nama pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa penjajahan itu harus dienyahkan dari bumi," katanya.

Baca juga: Israel Tak Banyak Bicara setelah Ismail Haniyeh Dibunuh di Iran, Ada Apa Gerangan?

Prof Sudarnoto menyadari membutuhkan energi yang luar biasa untuk memerdekakan Palestina, terlebih pasca kematian Haniyeh. Dia juga mengajak para negara yang mendukung kemerdekaan Palestina untuk mencari formula agar menghentikan pembunuhan yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina.

"Ini tinggal beberapa langkah sebetulnya untuk menyeret dan memberikan keputusan di PBB bahwa Israel itu telah melakukan okupansi dan genosida besar-besaran. Tinggal satu mekanisme saja yaitu di sidang Dewan Keamanan PBB," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Kecam Israel atas Penahanan...
Kecam Israel atas Penahanan 9 WNI Misi ke Gaza, Menlu Sugiono: Pelanggaran Hukum Internasional
Pulang ke Tanah Air,...
Pulang ke Tanah Air, Relawan WNI Ceritakan Brutalnya Penyiksaan Tentara Israel
Mengharukan! Bocah 9...
Mengharukan! Bocah 9 Tahun Bawa Poster untuk Ayah yang Pulang usai Ditawan Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Berita Terkini
MK Tolak Gugatan Dharma...
MK Tolak Gugatan Dharma Pongrekun Atas UU Kesehatan: Kepatuhan Warga adalah Konsekuensi Logis
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
LPI Minta Program Prioritas...
LPI Minta Program Prioritas Nasional Dievaluasi Agar Sesuai Arahan Presiden
Pigai Sebut Masyarakat...
Pigai Sebut Masyarakat Indonesia Belum Siap Terima LGBT
Ini Makna Logo HUT ke-81...
Ini Makna Logo HUT ke-81 RI yang Telah Resmi Diluncurkan
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Jumat 20 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved