Soal Muhammadiyah Terima Tawaran Kelola Tambang, Jokowi: Kita Ingin Pemerataan Ekonomi

Jum'at, 26 Juli 2024 - 19:39 WIB
loading...
Soal Muhammadiyah Terima...
Presiden Jokowi mengatakan pemberian izin tambang untuk ormas keagamaan untuk memberikan pemerataan ekonomi. Foto/SINDOnews/raka dwi novianto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi perihal kabar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menerima tawaran mengelola tambang untuk ormas keagamaan.

"Kita ini kan ingin pemerataan ekonomi, kita ingin keadilan ekonomi," kata Jokowi di Batang, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2024).

Jokowi menyebut pihaknya tidak ingin mendorong atau memaksakan organisasi masyarakat keagamaan untuk menerima tawaran mengelola tambang. "Jadi kita tidak ingin menunjuk atau mendorong-dorong ormas keagamaan untuk mengajukan itu ndak. Kalau memang berminat, ada keinginan regulasinya sudah ada itu aja," kata Jokowi.

Baca juga: Tak Paksakan Ormas Keagamaan Terima IUP Tambang, Jokowi: Kita Tak Ingin Mendorong-dorong

Diberitakan sebelumnya, PP Muhammadiyah dikabarkan telah menerima tawaran mengelola tambang untuk ormas keagamaan dari pemerintah Indonesia. Penawaran itu telah dibahas rapat Pleno PP Muhammadiyah 13 Juli 2024 lalu.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, M Azrul Tanjung mengatakan, keputusan resmi akan disampaikan usai konsolidasi nasional yang diselenggarakan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, 27-28 Juli 2024

Baca juga: Ketua PP Muhammadiyah: Tambang Sudah Lampu Kuning, Dikit Lagi Lampu Hijau

"Memang sudah dibahas di Pleno, tapi itu Lampu kuning, sudah dikit lagi lampu hijau. Kita tidak tahu besok bagaimana akan bulat menerima tambang. Seandainya bulat, kita mau apa lagi? Kita sami'na wa atho'na," kata Azrul dalam diskusi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (26/7/2024).

Azrul mengakui akan terjadi pro dan kontra dalam keputusan Muhammadiyah. Namun, menurutnya, pro-kontra merupakan sebuah rahmat. "Saya berkeyakinan pro kontra semata-mata mencintai persyarikatan ini. Pro-kontra, rahmat Allah, kita tidak usah terlalu risau karena perbedaan rahmatan bagi kita, kami terima dengan senang hati," ujarnya.

Azrul menyatakan, Muhammadiyah tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan perlu kajian terlebih dahulu mulai dari aspek sosial, lingkungan, hingga ekonomi. "Itu jadi kajian kita, PP Muhammadiyah tidak sembarangan atau sembrono menerima atau menolak ini. Kita bebas memberikan masukan dalam berbagai aspek, kita belum tahu keputusan finalnya," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Di Forum Internasional...
Di Forum Internasional Malaysia, PUI Tegaskan Dukungan Pembebasan Ghannouchi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos PT CBU Jadi Tersangka Korupsi Tambang Samin Tan, Langsung Ditahan
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Hidayat Nur Wahid Apresiasi...
Hidayat Nur Wahid Apresiasi Kesepakatan Ormas Islam soal Penetapan Iduladha 27 Mei 2026
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Program Magang Nasional...
Program Magang Nasional 2026 Dibuka, 150 Ribu Lulusan Ikut Magang Bareng Seskab Teddy
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Infografis
Jokowi Terima Surat...
Jokowi Terima Surat FIFA: Alhamdulillah Indonesia Tidak Disanksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved