alexametrics

Lukman Hakim Tak Mau Lagi Jadi Menag, PPP Sebut Punya Stok Kader Handal

loading...
Lukman Hakim Tak Mau Lagi Jadi Menag, PPP Sebut Punya Stok Kader Handal
Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers usai memberikan materi dalam pembekalan petugas MCH 1440 H/2019 M di Jakarta. Foto/Ist/MCH
A+ A-
JAKARTA - PPP mengungkap alasan kadernya Lukman Hakim Saifuddin yang tidak mau lagi menjabat Menteri Agama (Menag) pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II, yakni karena ingin istirahat dan perlu adanya regenerasi di pos tersebut. Namun, PPP menyebut masih memiliki stok kader handal jika Jokowi kembali mempercayakan posisi Menag.

“PPP memiliki stok kader yang banyak dan handal, kami siap saja (jika Jokowi percayakan kembali posisi Menag),” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PPP Achmad Baidowi kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Pria yang akrab disapa Awiek ini juga mengungkapkan alasan Lukman tak mau lagi menduduki posisi Menag dan PPP bisa memahami itu. Menurutnya, Lukman ingin istirahat dan ingin menciptakan regenerasi di kementerian yang mengurusi soal ibadan haji dan umrah itu.



“Mau istirahat saja dan menciptakan regenerasi,” ucap Anggota Komisi II DPR itu.

Namun, soal jatah menteri untuk PPP, menurut Awiek, PPP menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. PPP akan bersyukur jika kembali mendapat kepercayaan menduduki pos Kemenag, PPP juga tetap bersyukur jika mendapat kepercayaan di pos kementerian lainnya karena, PPP juga pernah menempati pos di luar Kemenag.

Seperti misalnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Menteri Investasi maupun Menteri Pangan dan Holtikultura. “Lebih dari itu semua kami menyerahkan sepenuhnya kepada pak Jokowi memiliki hak preogatif sebagai presiden terpilih,” ujar Awiek.

Perlu diketahui bahwa posisi Menag itu sudah diduduki oleh kader PPP selama dua periode berturut-turut. Mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) menduduki posisi Menag pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai Mei 2014, lantas karena tersangkut kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), posisi SDA digantikan oleh Lukman Hakim dan berlanjut hingga sekarang dalam Kabinet Kerja jilid I yang dipimpin Presiden Jokowi.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak