BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat hingga 25 Juli Akibat Dua Bibit Siklon Tropis
Sabtu, 20 Juli 2024 - 16:28 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang-lebat hingga 25 Juli mendatang akibat fenomena cuaca yang terdeteksi di Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang-lebat hingga 25 Juli mendatang akibat fenomena cuaca yang terdeteksi di Indonesia. Salah satunya akibat dua Bibit Siklon Tropis.
Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani mengatakan berdasarkan pantauan BMKG terdapat daerah tekanan rendah di perairan barat Filipina (Bibit Siklon Tropis 91W) dan di Laut Filipina sebelah utara Papua (Bibit Siklon Tropis 92W).
Baca juga: Siaga Musim Kemarau, BMKG: Udara Dingin dan Angin Kencang Mengancam
Andri menjelaskan bahwa daerah tekanan rendah ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Filipina bagian barat, Laut Sulawesi hingga perairan timur Filipina.
Daerah konvergensi lainnya terpantau di Selat Malaka, Laut China Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara bagian barat, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua.
“Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi tersebut,” ujar Andri dalam keterangan resminya, Sabtu (20/7/2024).
Kemudian, adanya fenomena intrusi udara kering/dry intrusion dari BBS melintasi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab di Sulawesi bagian tengah, Maluku, dan Pulau Papua.
Kepala Pusat Meteorologi Publik, Andri Ramdhani mengatakan berdasarkan pantauan BMKG terdapat daerah tekanan rendah di perairan barat Filipina (Bibit Siklon Tropis 91W) dan di Laut Filipina sebelah utara Papua (Bibit Siklon Tropis 92W).
Baca juga: Siaga Musim Kemarau, BMKG: Udara Dingin dan Angin Kencang Mengancam
Andri menjelaskan bahwa daerah tekanan rendah ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Laut Filipina bagian barat, Laut Sulawesi hingga perairan timur Filipina.
Daerah konvergensi lainnya terpantau di Selat Malaka, Laut China Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara bagian barat, Laut Seram, Laut Arafuru, dan Samudera Pasifik sebelah utara Papua.
“Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah dan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi tersebut,” ujar Andri dalam keterangan resminya, Sabtu (20/7/2024).
Kemudian, adanya fenomena intrusi udara kering/dry intrusion dari BBS melintasi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, yang mampu mengangkat uap air basah di depan batas intrusi menjadi lebih hangat dan lembab di Sulawesi bagian tengah, Maluku, dan Pulau Papua.
Lihat Juga :