Waspada! Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat pada 12-18 Juli 2024
Jum'at, 12 Juli 2024 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Analisis dan pantauan BMKG bahwa dalam sepekan terakhir masih terjadi hujan dengan intensitas lebat - sangat lebat (di atas 100 mm) terpantau pada tanggal 05 Juli 2024 di Kota Bengkulu, Bengkulu (195.8 mm dan 169.3 mm), tanggal 08 Juli 2024 di Kota Palembang, Sumatra Selatan (141.0 mm), tanggal 09 Juli 2024 di Kab. Tapanuli Tengah, Sumatra Utara (120.0 mm) dan Kab. Fakfak, Papua Barat (109.0 mm), tanggal 06 Jul 2024 di Mimika, Papua(117.2 mm) dan Kota Tangerang Selatan, Banten (108.5 mm).
BMKG mengatakan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial menjadi faktor-faktor yang mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Selain itu, adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Pasifik timur Filipina, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di sekitar Filipina hingga Samudra pasifik timur Filipina.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain juga terlihat memanjang di Aceh, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Utara, di Maluku Utara, dari Papua Barat hingga Papua barat Daya, dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah dan di Samudra pasifik utara papua, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra di Laut Andaman, di Laut Cina Selatan, dan di Samudra Pasifik timur Filipina.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik, konvergensi, konfluensi tersebut," tulis BMKG.
Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Banda, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan-barat daya Jawa, Laut Andaman, dan Laut Cina Selatan yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.
BMKG mengatakan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial menjadi faktor-faktor yang mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Selain itu, adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Pasifik timur Filipina, yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di sekitar Filipina hingga Samudra pasifik timur Filipina.
Daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain juga terlihat memanjang di Aceh, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Utara, di Maluku Utara, dari Papua Barat hingga Papua barat Daya, dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah dan di Samudra pasifik utara papua, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) memanjang di Samudra di Laut Andaman, di Laut Cina Selatan, dan di Samudra Pasifik timur Filipina.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah sirkulasi siklonik, konvergensi, konfluensi tersebut," tulis BMKG.
Peningkatan kecepatan angin hingga mencapai >25 knot, terpantau di Laut Banda, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan-barat daya Jawa, Laut Andaman, dan Laut Cina Selatan yang mampu meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.
Lihat Juga :