Korban Asusila Ketua KPU Hasyim Asy'ari Apresiasi Putusan DKPP: Bukti Keadilan Ditegakkan
Rabu, 03 Juli 2024 - 18:15 WIB
loading...
Pengadu yang menjadi korban tindakan asusila Hasyim Asyari, CAT buka suara soal putusan DKPP yang menjatuhkan sanksi pemecatan Hasyim sebagai Ketua KPU. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengadu yang menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan Hasyim Asy'ari , CAT buka suara soal putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menjatuhkan sanksi pemecatan Hasyim sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). Diketahui, CAT merupakan anggota PPLN Den Haag, Belanda.
Perempuan berinisial CAT ini mengaku tindakan itu sangatlah berat dialaminya hingga saat ini. Bahkan, dia sebagai korban sempat merasa bingung atas apa yang harus dilakukannya.
Baca juga: Hasyim Asy'ari Diberhentikan Jadi Ketua KPU, Istana Akan Tindak Lanjuti dengan Keppres
Namun, melihat putusan ini, CAT memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DKPP yang sudah berani mengambil keputusan dengan seadil-adilnya.
"Di sini saya datang dari Belanda untuk menghadiri langsung persidangan ini karena saya sendiri ingin mengikuti melihat bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP," ujar CAT usai menghadiri persidangan di DKPP, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
Perempuan berinisial CAT ini mengaku tindakan itu sangatlah berat dialaminya hingga saat ini. Bahkan, dia sebagai korban sempat merasa bingung atas apa yang harus dilakukannya.
Baca juga: Hasyim Asy'ari Diberhentikan Jadi Ketua KPU, Istana Akan Tindak Lanjuti dengan Keppres
Namun, melihat putusan ini, CAT memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DKPP yang sudah berani mengambil keputusan dengan seadil-adilnya.
"Di sini saya datang dari Belanda untuk menghadiri langsung persidangan ini karena saya sendiri ingin mengikuti melihat bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP," ujar CAT usai menghadiri persidangan di DKPP, Jakarta, Rabu (3/7/2024).