alexametrics

Golkar Kepri Tak Terpengaruh dengan Isu Percepatan Munas

loading...
Golkar Kepri Tak Terpengaruh dengan Isu Percepatan Munas
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) enggan terpengaruh dengan isu percepatan Munas partai berlambang beringin. Foto/Ilustrasi/Okezone
A+ A-
JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) enggan terpengaruh dengan isu percepatan musyawarah nasional (Munas) partai berlambang beringin. DPD Golkar Kepri itu pun membantah isu yang menyebutkan 25 DPD se-Indonesia menyetujui adanya Munas dalam waktu dekat.

"Golkar Kepri tidak terpengaruh dengan isu itu. Tetap seperti sekarang dan tidak ada gejolak apapun,” ujar Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad dalam keterangannya, Selasa (28/5/2019).

Bahkan, isu yang dikeluarkan oleh Politikus Partai Golkar Azis Samual itu dianggap sebagai upaya memecah belah internal Partai Golkar. "Di tengah badai yang mendera Golkar selama beberapa tahun ini, Ketum Airlangga, mampu tetap membuat Golkar bertahan. Partai Golkar tetap di posisi dua nasional hasil Pemilu 2019,” katanya.



Dia berpendapat, badai yang menimpa Partai Golkar beberapa kali terasa menyakitkan. Sehingga, cobaan itu dijadikan sebagai pelajaran yang berharga agar ke depan tidak terulang kembali.

Ansar melanjutkan keberhasilan Partai Golkar di Pemilu 2019 bisa menjadi titik awal untuk meraih kesuksesan di semua ajang pesta demokrasi ke depannya. “Ini (keberhasilan di Pemilu 2019) menjadi langkah awal. Untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tuturnya.

Dia pun tidak sependapat jika kepemimpinan Airlangga Hartarto dianggap gagal. Sebab, jumlah perolehan kursi Partai Golkar di DPR RI periode 2019–2024 adalah 85 kursi. “Salah, kalau ada yang berpandangan kepemimpinan beliau gagal,” imbuhnya.

Dia justru menilai kepemimpinan Airlangga sejuk dan komunikatif dengan semua DPD se-Indonesia.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak