Kemenko PMK Ungkap 5,8 Juta Balita Indonesia Bermasalah Gizi
Senin, 01 Juli 2024 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, prevalensi stunting di Indonesia berkurang sebesar 15,7% dalam 10 tahun terakhir yakni rata-rata penurunan berkisar antara 1,57% per tahun. Tercatat di tahun 2023, prevalensi stunting 21,5%. Sehingga, Budiono menegaskan perlu strategi percepatan dan fokus pada upaya pencegahan melalui pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting
“Ini Alhamdulillah dan biasa kalau penimbangan dan pengukuran kan dilakukan setiap bulan itu paling-paling capaiannya 8 juta ya. Nah ini berkat kolaborasi yang di PIC-nya tetap Kementerian Kesehatan tapi dikerjakan dengan kolaborasi apa namanya tim percepatan penurunan stunting,” papar Budiono.
Lebih lanjut, Budiono menambahkan pemerintah saat ini melakukan intervensi dengan memperbanyak alat penimbangan dan pengukuran badan menggunakan antropometri.
Baca juga: Kisah Pilu Marina Gadis 14 Tahun yang Terkurung 10 Bulan di Kamar Kos dengan Gizi Kurang
“Kemudian ada lagi karena kita ini kan pengen melakukan pengukuran baik itu penimbangan dan pengukuran tinggi badan serta intervensi yang diperlukan itu kan pengen sempurna ya, semua negara lah melakukan dengan sempurna termasuk Indonesia, itu ya tentu harus menggunakan antropometri termasuk ini ya mengukur baik berat maupun tinggi,” pungkasnya.
“Ini Alhamdulillah dan biasa kalau penimbangan dan pengukuran kan dilakukan setiap bulan itu paling-paling capaiannya 8 juta ya. Nah ini berkat kolaborasi yang di PIC-nya tetap Kementerian Kesehatan tapi dikerjakan dengan kolaborasi apa namanya tim percepatan penurunan stunting,” papar Budiono.
Lebih lanjut, Budiono menambahkan pemerintah saat ini melakukan intervensi dengan memperbanyak alat penimbangan dan pengukuran badan menggunakan antropometri.
Baca juga: Kisah Pilu Marina Gadis 14 Tahun yang Terkurung 10 Bulan di Kamar Kos dengan Gizi Kurang
“Kemudian ada lagi karena kita ini kan pengen melakukan pengukuran baik itu penimbangan dan pengukuran tinggi badan serta intervensi yang diperlukan itu kan pengen sempurna ya, semua negara lah melakukan dengan sempurna termasuk Indonesia, itu ya tentu harus menggunakan antropometri termasuk ini ya mengukur baik berat maupun tinggi,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :