alexametrics

Sejumlah Faktor Pergeseran Cara Pandang Generasi Muda Zaman Now

loading...
Sejumlah Faktor Pergeseran Cara Pandang Generasi Muda Zaman Now
Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, perubahan zaman yang terjadi saat ini telah mempengaruhi cara pandang generasi muda zaman now. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Sekjen DPP Partai Perindo, Ahmad Rofiq mengatakan, perubahan zaman yang terjadi saat ini telah mempengaruhi cara pandang generasi muda yang jika dibandingkan sangat berbeda cara pandang generasi saat ini dengan generasi di era sebelum reformasi 98.

"Kita tidak bisa lagi membedakan mana indonesia mana amerika, terhadap kehidupan sosial media, ini yang membuat adanya pergeseran," kata Rofiq dalam diskusi Polemik MNC Trijaya FM bertajuk 'Pemuda, mana Suaramu?' di D'Consulate Cafe, Menteng, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Rofiq menuturkan, beberapa faktor yang bisa menjadi diskursus pemerhati generasi muda adalah bahwa saat ini tuntutan sebuah keberhasilan anak muda diukur dari kertas dan mata uang atau seberapa besar cara berfikirnya dikapitalisasi untuk kepentingan ekonominya.



Sebaliknya kata dia, generasi saat ini sudah tak mempedulikan prestasi, gagasan dan ide tentang kebangsaan. Menurutnya, kondisi-kondisi tersebut membuat masyarakat sekarang berbeda melihat perilaku dan kehidupan generasi muda.

Kata Rofiq, jika dahulu menjadi tokoh pergerakan, orang tua bisa memberikan pujian setinggi langit, sekarang jika ada mahasiswa turun ke jalan menyampaikan pendapat, banyak orang tua hari ini yang justeru memandang berbeda seakan yang mereke lakukan 'kurang kerjaan’.

"Jadi tantangannya sangat berat sekali. Pemahaman masyarakat ini sudah bukan zamannya," ujarnya.

Faktor lain menurut Rofiq, kenapa cara pandang generasi muda dan mahasiswa sudah berubah, karena upaya pembungkaman yang terjadi di dalam kampus. Ia menggap, pembungkaman bisa terjadi ketika ruang-ruang diskusi untuk mahasiswa sudah jarang dan cenderung sempit.

Menurutnya, bisa juga aktivis mahasiswa sekarang disibukkan dengan cara pandang 'kapan selesai kuliah' sehingga nalar dan kreativitas tak bisa dikembangkan lebih jauh.

"Kita cukup prihatin. Tentu kita merekomendasikan kepada pemerintah tehadap bagaimana kemajuan bangsa ini kalau kita lihat tidak menunjukkan beberapa IPK yang didapatkan pada saat kuliah, tapi seberapa besar dia punya peranan cukup baik di dalam mengelola setiap persoalan-persoalan terhadap semua aspek," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak