Mengaku Menteri Paling Miskin, SYL: Rumah Saya Itu Baru Mau Mencicil
Senin, 24 Juni 2024 - 21:05 WIB
loading...
Eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut dirinya merupakan menteri paling miskin. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan permohonan maaf atas segala perbuatannya dalam kasus dugaan gratifikasi dan pemerasan pejabat Kementan. SYL pun berterima kasih kepada Kasdi Subagyono selaku mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan.
SYL meyakini, Kasdi akan menjadi saudara sampai akhirat nanti. "Saya di tempat ini katakan, Saya minta maaf atas segalanya dan terima kasih saya dengan Pak Kasdi. Saya sangat percaya dan dunia akhirat saya merasa kita bersaudara. Dia selalu mengimami saya," tutur SYL dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).
Kendati demikian, SYL menyesalkan lantaran Kasdi kerap menuruti eks ajudannya, Panji Hartanto. "Masa seorang sekjen yang dekat, selalu sama-sama, salat sama-sama, kok takut sama Panji? Tidak logik menurut saya yang mulia," tutur SYL.
Baca juga: SYL Merasa Terhina dalam Persidangan: Semestinya Negara Beri Penghargaan Kepada Saya
"Saya yakin yang dilakukan sekjen itu terkait perjalanan-perjalanan dinas dan kepentingan dinas. Kenapa enggak diingkari saja yang seperti itu, bukan untuk kepentingan pribadi," imbuh SYL.
SYL meyakini, Kasdi akan menjadi saudara sampai akhirat nanti. "Saya di tempat ini katakan, Saya minta maaf atas segalanya dan terima kasih saya dengan Pak Kasdi. Saya sangat percaya dan dunia akhirat saya merasa kita bersaudara. Dia selalu mengimami saya," tutur SYL dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).
Kendati demikian, SYL menyesalkan lantaran Kasdi kerap menuruti eks ajudannya, Panji Hartanto. "Masa seorang sekjen yang dekat, selalu sama-sama, salat sama-sama, kok takut sama Panji? Tidak logik menurut saya yang mulia," tutur SYL.
Baca juga: SYL Merasa Terhina dalam Persidangan: Semestinya Negara Beri Penghargaan Kepada Saya
"Saya yakin yang dilakukan sekjen itu terkait perjalanan-perjalanan dinas dan kepentingan dinas. Kenapa enggak diingkari saja yang seperti itu, bukan untuk kepentingan pribadi," imbuh SYL.
Lihat Juga :