PBNU Buka Suara Logo NU Dipelesetkan Jadi Ulama Nambang

Jum'at, 21 Juni 2024 - 15:47 WIB
loading...
PBNU Buka Suara Logo...
Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Moh Mukri menilai pelesetan logo NU adalah tindakan tidak etis. FOTO/DOK.UIN RADEN INTAN LAMPUNG
A A A
JAKARTA - Logo Nahdlatul Ulama (NU) viral di media sosial karena dipelesetkan dan diberi tulisan Ulama Nambang. Pelesetan ini muncul di tengah ramainya polemik izin pertambangan untuk ormas keagamaan termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam postingan yang viral di X, tampak logo NU diubah berwarna dasar merah. Di tengahnya ada gambar ekskavator dan di bagian atas ada beberapa tulisan Rp. Di bawah logo tersebut kemudian ada tulisan 'Ulama Nambang'.

Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Moh Mukri menilai perbuatan mengubah logo NU itu tidak etis.

PBNU Buka Suara Logo NU Dipelesetkan Jadi Ulama Nambang

FOTO/X

"Orang yang melakukan itu tak etis," kata Mukri dalam pesan singkatnya, Jumat (21/6/2024).

Mukri memandang, orang yang mempelesetkan logo itu tidak suka PBNU mendapatkan izin mengelola tambang dari pemerintah. Menurutnya, orang tersebut tidak mau NU menjadi ormas yang kuat.

"Saya lihat orang itu jealous NU menerima tambang," ujar Mukri.

Baca juga: PBNU Beberkan Soal Halal Haram Terima Jatah Tambang dari Jokowi
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Berita Terkini
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved