Karier Moncer Jenderal Da'i Bachtiar, Eks Kapolri yang Pernah Gabung TGPF Kerusuhan Mei 1998
Minggu, 16 Juni 2024 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Da’i Bachtiar juga pernah menjabat kapolres di beberapa wilayah seperti Kapolres Blora (1987-1989), Kapolres Boyolali (1989-1990), dan Kapolres Klaten (1990-1992).
Jabatan lainnya, Setditserse Polda Jatim (1992-1993) dan Kapoltabes Ujungpandang (1992-1993). Karier Da’i Bachtiar mulai moncer sejak ditunjuk menjadi Wakapolda Sulawesi Tenggara (1996-1997). Beberapa waktu berselang, dia dipercaya menjadi Tenaga Ahli Tk II Sahli Kapolri Bidang Sospol (1997-1998), Kadispen Polri (1998), hingga Dankorserse Polri (1998-2000).
Setelah itu, Da’i Bachtiar ditunjuk menjadi Kapolda Jatim tahun 2000. Tak lama menjabat, Da’i Bachtiar kemudian dirotasi menjadi Gubernur Akpol (2000-2001). Kemudian, dia mengemban tugas sebagai Kalakhar BKNN (2001).
Puncak karier Da’i Bachtiar didapat saat menjadi Kapolri ke-17 (2001-2005). Waktu itu, dia menggantikan Jenderal Chairuddin Ismail.
Pada sepak terjangnya, Da’i Bachtiar pernah tergabung dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998. Dia bekerja sama dengan sejumlah anggota lain seperti Marzuki Darusman, KH Said Aqil Siradj, Bambang Widjojanto, hingga Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal.
Jabatan lainnya, Setditserse Polda Jatim (1992-1993) dan Kapoltabes Ujungpandang (1992-1993). Karier Da’i Bachtiar mulai moncer sejak ditunjuk menjadi Wakapolda Sulawesi Tenggara (1996-1997). Beberapa waktu berselang, dia dipercaya menjadi Tenaga Ahli Tk II Sahli Kapolri Bidang Sospol (1997-1998), Kadispen Polri (1998), hingga Dankorserse Polri (1998-2000).
Setelah itu, Da’i Bachtiar ditunjuk menjadi Kapolda Jatim tahun 2000. Tak lama menjabat, Da’i Bachtiar kemudian dirotasi menjadi Gubernur Akpol (2000-2001). Kemudian, dia mengemban tugas sebagai Kalakhar BKNN (2001).
Puncak karier Da’i Bachtiar didapat saat menjadi Kapolri ke-17 (2001-2005). Waktu itu, dia menggantikan Jenderal Chairuddin Ismail.
Pada sepak terjangnya, Da’i Bachtiar pernah tergabung dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998. Dia bekerja sama dengan sejumlah anggota lain seperti Marzuki Darusman, KH Said Aqil Siradj, Bambang Widjojanto, hingga Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal.
(jon)