Survei Pilkada 2024: Anies Tertinggal, Ahok Dominasi Persepsi Publik Jakarta
Kamis, 06 Juni 2024 - 17:47 WIB
loading...
A
A
A
"Temuan tersebut sejalan dengan kepuasan kinerja gubernur, para mantan atau petahana yang dinilai paling pantas menjadi gubernur lagi memiliki nilai kepuasan di atas 80%. Namun, di tiga provinsi tersebut nilai kepuasan mereka di rentang 50-60%," kata Survey Manager KIC, Satria Triputra Wisnumurti saat peluncuran dan diskusi Rilis Survei Persepsi Publik Terhadap Pilkada di 8 Provinsi di Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Selain persepsi terhadap calon gubernur dan kinerja gubernur, hasil survei memperlihatkan masih ada sebagian publik yang belum mengetahui pelaksanaan Pilkada 2024. Sebanyak 18,3% responden menjawab bahwa pilkada akan berlangsung pada 27 September dan 19,0% menjawab 27 Oktober 2024. Sedangkan 62,6% menjawab benar, 27 November 2024. Dalam hal penggunaan hak pilih, mayoritas (93,4%) responden akan mencoblos. Hanya sebagian kecil (6,6%) yang tidak akan mencoblos.
Satria mengatakan, survei online pilkada di delapan provinsi yang digelar bertujuan menggali persepsi publik mengenai Pilkada 2024 yang akan datang. Menurutnya, delapan provinsi tersebut dianggap strategis karena biasanya kepemimpinan nasional berasal dari provinsi-provinsi tersebut. Selain itu, jumlah DPT di delapan provinsi tersebut termasuk yang paling besar sehingga kemenangan pilkada di derah tersebut dianggap mengamankan kemenangan pilpres.
Pada aspek latar belakang kandidat, kinerja rekam jejak (41,3%) paling mempengaruhi pilihan responden. Setelah itu, visi-misi dan program (24,5%) serta agama (14,5%). Menurut responden, jujur (40,0%) menjadi kualitas diri yang paling harus dimiliki oleh kandidat. Diikuti dengan berpengalaman (24,8%) dan inovatif (11,8%).
Selain persepsi terhadap calon gubernur dan kinerja gubernur, hasil survei memperlihatkan masih ada sebagian publik yang belum mengetahui pelaksanaan Pilkada 2024. Sebanyak 18,3% responden menjawab bahwa pilkada akan berlangsung pada 27 September dan 19,0% menjawab 27 Oktober 2024. Sedangkan 62,6% menjawab benar, 27 November 2024. Dalam hal penggunaan hak pilih, mayoritas (93,4%) responden akan mencoblos. Hanya sebagian kecil (6,6%) yang tidak akan mencoblos.
Satria mengatakan, survei online pilkada di delapan provinsi yang digelar bertujuan menggali persepsi publik mengenai Pilkada 2024 yang akan datang. Menurutnya, delapan provinsi tersebut dianggap strategis karena biasanya kepemimpinan nasional berasal dari provinsi-provinsi tersebut. Selain itu, jumlah DPT di delapan provinsi tersebut termasuk yang paling besar sehingga kemenangan pilkada di derah tersebut dianggap mengamankan kemenangan pilpres.
Kader Partai Lebih Banyak Dipilih
Temuan survei yang tak kalah penting terkait dengan anggota kepartaian kandidat dan personal kandidat. Alasan utama responden memilih kandidat adalah karena personal kandidat (76,6%), sebagian kecil karena diusung partai pilihan (7,7%), dan karena diusung oleh ketua umum partai idola (4,7%). Meskipun alasan utama memilih kandidat bukan karena parpol dan ketum parpol, kandidat yang merupakan kader partai paling banyak dipilih (53,3%). Sedangkan yang bukan kader partai dipilih oleh 41,1%.Pada aspek latar belakang kandidat, kinerja rekam jejak (41,3%) paling mempengaruhi pilihan responden. Setelah itu, visi-misi dan program (24,5%) serta agama (14,5%). Menurut responden, jujur (40,0%) menjadi kualitas diri yang paling harus dimiliki oleh kandidat. Diikuti dengan berpengalaman (24,8%) dan inovatif (11,8%).
Lihat Juga :