Indonesia Era Prabowo Harus Bikin Desain Baru Geopolitik terkait Kebijakan Hankam
Minggu, 02 Juni 2024 - 12:50 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk mengantipasi geopolitik ini, negara kawasan dapat aktif mencari kerja sama alternatif termasuk pengaturan minilateral. Indonesia harus mengubah diri dari pendekatan reaktif pasif defence untuk fokus menuju pendekatan offensive defence yang lebih dinamis mendorong visi poros maritim dunia yang mampu menghadapi supremasi kaukus yang akan muncul,” ungkapnya.
Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan harus segera duduk menyusun roadmap baru politik luar negeri dan pertahanan menuju pencapaian target untuk mengantisipasi risiko ancaman dari persaingan langsung postur dan proyeksi kekuatan di kawasan.
Sukamta menegaskan politik bebas aktif yang dianut Indonesia harus bergerak pada visi yang jelas untuk national interest karena dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) belum ada national interest yang jelas.
"Negara lain di kawasan telah beralih pada hitech industry. Sedangkan kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur jalan tol dan saat ini pembangunan IKN. Oke untuk alasan pemerataan ekonomi, namun harus dihindari betul jika ini berbasis proyek untuk habis budget akibat kekurangan imajinasi," kata anggota Fraksi PKS DPR ini.
Kemudian, Hikmahanto yang juga Guru Besar UI menyoroti geopolitik terkait trade war antara China dan Amerika plus perang Rusia dan Ukraina serta Palestina versus Israel. "Amerika menceramahi dan mengajari kita tentang HAM dan demokrasi tetapi mereka sendiri menerapkan standar ganda sesuai kepentingannya sendiri," katanya.
Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan harus segera duduk menyusun roadmap baru politik luar negeri dan pertahanan menuju pencapaian target untuk mengantisipasi risiko ancaman dari persaingan langsung postur dan proyeksi kekuatan di kawasan.
Sukamta menegaskan politik bebas aktif yang dianut Indonesia harus bergerak pada visi yang jelas untuk national interest karena dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) belum ada national interest yang jelas.
"Negara lain di kawasan telah beralih pada hitech industry. Sedangkan kita masih fokus pada pembangunan infrastruktur jalan tol dan saat ini pembangunan IKN. Oke untuk alasan pemerataan ekonomi, namun harus dihindari betul jika ini berbasis proyek untuk habis budget akibat kekurangan imajinasi," kata anggota Fraksi PKS DPR ini.
Kemudian, Hikmahanto yang juga Guru Besar UI menyoroti geopolitik terkait trade war antara China dan Amerika plus perang Rusia dan Ukraina serta Palestina versus Israel. "Amerika menceramahi dan mengajari kita tentang HAM dan demokrasi tetapi mereka sendiri menerapkan standar ganda sesuai kepentingannya sendiri," katanya.
(jon)
Lihat Juga :