Ma’ruf Amin: Kalau Bisa Milih, Semua Maunya Jadi Anak Presiden
Kamis, 30 Mei 2024 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
“Seperti juga kita dipaksa oleh Allah, misalnya kita tidak bisa kita milih mau lahir di mana ya, bisa saja. Itu lahir itu Allah yang menentukan, kita tidak bisa juga memilih orang tua kita, bapak kita, ibu kita, siapa yang bisa milih. Kalau bisa milih semua maunya jadi anak presiden, anak raja, tapi kan ndak bisa milih,” kata Wapres.
“Sama juga kita ada yang lahir kulitnya hitam, ada yang putih, ada yang hidungnya mancung, ada yang pesek, ada yang cantik, ada yang jelek, itu bukan pilihan, itu terima jadi itu, semuanya terima jadi ya. Allah yang menentukan kita kayak apa, itu terima jadi aja. Andikata boleh milih, cakep semua, tidak bisa milih,” paparnya.
Wapres pada kesempatan itu mengatakan bahwa dalam pilihan hidup, manusia bisa memilih. “Makanya Allah mengatakan, apa Kamu (nabi) Muhammad mau memaksa orang untuk menjadi mukmin, tidak. Tidak ada paksaan, jadi orang masuk Islam itu tidak ada paksaan, pilihan.”
“Karena Allah menghendaki orang masuk Islam itu dengan sukarela, dengan pilihannya orang mukmin. Sehingga dia datang kepada Tuhannya dengan ketaatan sebagai suatu pilihan, dan dia datang kepada Tuhannya dengan kecintaan yang dalam hatinya. Itu untuk jadi orang Islam tidak ada paksaan,” pungkasnya.
“Sama juga kita ada yang lahir kulitnya hitam, ada yang putih, ada yang hidungnya mancung, ada yang pesek, ada yang cantik, ada yang jelek, itu bukan pilihan, itu terima jadi itu, semuanya terima jadi ya. Allah yang menentukan kita kayak apa, itu terima jadi aja. Andikata boleh milih, cakep semua, tidak bisa milih,” paparnya.
Wapres pada kesempatan itu mengatakan bahwa dalam pilihan hidup, manusia bisa memilih. “Makanya Allah mengatakan, apa Kamu (nabi) Muhammad mau memaksa orang untuk menjadi mukmin, tidak. Tidak ada paksaan, jadi orang masuk Islam itu tidak ada paksaan, pilihan.”
“Karena Allah menghendaki orang masuk Islam itu dengan sukarela, dengan pilihannya orang mukmin. Sehingga dia datang kepada Tuhannya dengan ketaatan sebagai suatu pilihan, dan dia datang kepada Tuhannya dengan kecintaan yang dalam hatinya. Itu untuk jadi orang Islam tidak ada paksaan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :