Airlangga Terima Gelar Honoris Causa dari Kampus Korsel, Rektor UGM: Semoga Jadi Inspirasi

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:35 WIB
loading...
Airlangga Terima Gelar...
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan (Korsel). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Nasional Gyeongsang (GNU), di Kota Jinju, Korea Selatan (Korsel). Gelar doktor kehormatan itu diserahkan Rektor Prof. Kwon Soon-Ki kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI itu pada Selasa (21/5/2024).

Kontribusi dan upaya Airlangga dalam mendorong kerja sama Indonesia-Korsel di bidang pendidikan, investasi, perdagangan, dan ekonomi menjadi alasan dari pemberian gelar tersebut. Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Ova Emilia pun mengucapkan selamat kepada Airlangga dan keluarga.

“Semoga dengan penganugerahan ini semakin meningkatkan pengabdian Bapak Airlangga dalam memajukan perekonomian Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (22/5/2024).

Dia mengungkapkan bahwa Airlangga adalah alumnus Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Gadjah 1987. Dia menilai kapasitas Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI telah ikut memberikan kontribusi dalam menjaga perekonomian Indonesia tetap terjaga di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi global pascapandemi Covid-19.

“Kita patut apresiasi bahwa Indonesia juga berhasil melewati kontraksi ekonomi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Airlangga dalam pidato penganugerahan gelar tersebut menyampaikan cetak biru perekonomian pemerintah Indonesia untuk dua dekade mendatang yang dikenal sebagai Visi Indonesia 2045. Airlangga mengungkapkan, Pemerintah Indonesia menargetkan untuk memperluas ukuran perekonomian enam kali lipat dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal saat.

“Pendapatan nasional per kapita akan mencapai USD30.000 pada 2045, jauh di atas ambang batas minimum tingkat pendapatan negara maju,” tutur Airlangga.

Indonesia berdasarkan visi 2045 ini diharapkan berada dalam daftar lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia, yakni berada di peringkat ke-16 saat ini. Termasuk juga target-target lain dalam hal stabilitas harga, penciptaan kualitas lapangan kerja untuk mengatasi tingkat pengangguran, perluasan kelas menengah, pengurangan kemiskinan dan penciptaan rasa keadilan di antara lebih dari 300 juta penduduk pada 2045.

Airlangga menegaskan bahwa perekonomian Indonesia untuk mencapai Visi Indonesia 2045 perlu mencapai rata-rata pertumbuhan PDB riil tahunan sekitar 6-7%. Meski bukan tugas yang sangat mudah dalam mempertahankan pertumbuhan PDB itu, terutama di tengah tantangan global dan transformasi ekonomi struktural dalam negeri saat ini.

Akan tetapi, Airlangga optimistis dengan strategi pemerintah yang selalu berwawasan ke depan dengan ditopang melalui kebijakan diversifikasi struktur ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan daya saing serta berkomitmen dalam melaksanakan pembangunan hijau dan berkelanjutan.

“Kita tidak hanya perlu menjaga perekonomian kita dari ketidakpastian global, namun kita juga perlu mendorong transformasi cepat menuju ekosistem ekonomi hijau dan digital yang baru. Selain itu, kita juga menghadapi perubahan lanskap demografi di mana negara ini akan memasuki fase penuaan populasi,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Indonesia dan Rusia...
Indonesia dan Rusia Teken Agreed Minutes SKB ke-14 untuk Perkuat Kerja Sama Strategis
Prabowo Ingin Perbanyak...
Prabowo Ingin Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia
Prabowo Panggil Menko...
Prabowo Panggil Menko Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana
Prabowo Puji Aksi Heroik...
Prabowo Puji Aksi Heroik Sugianto Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Rekomendasi
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Berita Terkini
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved