Menteri Basuki dan Gubernur Jatim Sinergikan Rencana Pembangunan Tol ke Pasar Induk
Rabu, 19 Agustus 2020 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Terdapat empat alternatif rencana pembangunan akses tol menuju Pasar Induk Puspo Agro yakni pertama dari Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 747+280, tepanya di dekat Perumahan Taman Aloha, Sidoarjo. Jarak munuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 5,93 Km. alternatif kedua tidak jauh dari alternatif pertama yakni akses Tol Surabaya-Gempol di KM 747+900 berjarak 5,96 Km. Alternatif ketiga di Tol Surabaya-Gempol KM 750+100, tepanya di dekat Perumahan Masangan Wetan, Sidoarjo dengan jarak sekitar 7,69 Km. Alternatif keempat di Jalan Tol Surabaya-Gempol KM 754+100, tepanya di wilayah Desa Wonokoyo Kabupaten Sidoarjo. Jarak menuju Pasar Induk Puspo Agro sekitar 9,61 Km.
Jalan Tol Surabaya-Gempol merupakan jalan bebas hambatan yang pertama kali dibangun di wilayah Jawa Timur dan telah beroperasi penuh pada tahun 1986. Ruas tol ini membentang dari Surabaya hingga Gempol sepanjang 43 Km dan telah terhubung dengan ruas tol lainnya yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015-2019 di wilayah Jawa Timur, diantaranya Jalan Tol Gempol-Pasuruan (35 Km), Tol Pandaan – Malang (38,4 Km), dan Tol Pasuruan – Probolinggo (31 Km).
Pembangunan Tol Surabaya-Gempol telah memberikan manfaat bagi wilayah di sekitar dan menjadi kunci konektivitas pada ruas Tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur. Adanya bencana lumpur panas Lapindo pada tahun 2006, panjang Tol Surabaya – Gempol dipangkas sekitar 6 Km, tepatnya pada ruas Porong-Gempol karena terendam lumpur. Pemerintah memutuskan untuk menutup ruas tersebut dan bergeser sekitar 3 Km ke arah barat, sehingga panjangnya menjadi 37 Km.
Menteri Basuki dalam pertemuan tersebut didampingi Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit. (***)
Jalan Tol Surabaya-Gempol merupakan jalan bebas hambatan yang pertama kali dibangun di wilayah Jawa Timur dan telah beroperasi penuh pada tahun 1986. Ruas tol ini membentang dari Surabaya hingga Gempol sepanjang 43 Km dan telah terhubung dengan ruas tol lainnya yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015-2019 di wilayah Jawa Timur, diantaranya Jalan Tol Gempol-Pasuruan (35 Km), Tol Pandaan – Malang (38,4 Km), dan Tol Pasuruan – Probolinggo (31 Km).
Pembangunan Tol Surabaya-Gempol telah memberikan manfaat bagi wilayah di sekitar dan menjadi kunci konektivitas pada ruas Tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur. Adanya bencana lumpur panas Lapindo pada tahun 2006, panjang Tol Surabaya – Gempol dipangkas sekitar 6 Km, tepatnya pada ruas Porong-Gempol karena terendam lumpur. Pemerintah memutuskan untuk menutup ruas tersebut dan bergeser sekitar 3 Km ke arah barat, sehingga panjangnya menjadi 37 Km.
Menteri Basuki dalam pertemuan tersebut didampingi Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit. (***)
(atk)