Operasi Modifikasi Cuaca, BMKG Bakal Tabur 15 Ton Garam di Langit Sumbar
Rabu, 15 Mei 2024 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
Dwikorita mengatakan sebanyak 15 ton garam tersebut akan disemai di langit Sumbar dalam waktu 5 hari. Setelah itu, akan ada evaluasi apakah operasi TMC dilanjutkan atau dihentikan. “Jadi kami kurang lebih 15 ton garam untuk pengendalian awan-awan itu, kemudian kami merencanakan setiap hari akan dilakukan tiga sorti penerbangan paling tidak selama 5 hari kemudian akan kami evaluasi,” katanya.
Baca juga: 22 Orang Hilang Akibat Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Ini Daftar Namanya
Dwikorita juga mengimbau petugas dan masyarakat yang melakukan pencarian korban banjir untuk waspada potensi banjir susulan. “Potensi banjir lahar dingin susulan memang kami sampaikan kepada masyarakat agar mewaspadai potensi tersebut dengan cara terus memperhatikan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG. Kami juga pasang ya peringatan dini tersebut agar masyarakat yang berada di lokasi di Posko itu juga mengetahui dan pihak-pihak yang berwenang ikut menyebarluaskan,” kata Dwikorita.
Dwikorita mengatakan BMKG juga bekerja sama dengan Polda dan Babinsa, serta berbagai pihak. Dia juga menyarankan ada pengawas atau pemantau sungai sehingga potensi dampak banjir bisa diminimalkan.
“Karena sebetulnya masyarakat juga bisa melihat apabila air sungai ini mulai keruh dan kecepatannya mulai meningkat sebaiknya segera meninggalkan lokasi bantaran sungai apalagi di lembah aliran sungai. Jadi ada koordinasi terutama untuk peringatan dini dan menghindar dari daerah yang berbahaya,” katanya.
Baca juga: 22 Orang Hilang Akibat Banjir Lahar Dingin di Sumbar, Ini Daftar Namanya
Dwikorita juga mengimbau petugas dan masyarakat yang melakukan pencarian korban banjir untuk waspada potensi banjir susulan. “Potensi banjir lahar dingin susulan memang kami sampaikan kepada masyarakat agar mewaspadai potensi tersebut dengan cara terus memperhatikan peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG. Kami juga pasang ya peringatan dini tersebut agar masyarakat yang berada di lokasi di Posko itu juga mengetahui dan pihak-pihak yang berwenang ikut menyebarluaskan,” kata Dwikorita.
Dwikorita mengatakan BMKG juga bekerja sama dengan Polda dan Babinsa, serta berbagai pihak. Dia juga menyarankan ada pengawas atau pemantau sungai sehingga potensi dampak banjir bisa diminimalkan.
“Karena sebetulnya masyarakat juga bisa melihat apabila air sungai ini mulai keruh dan kecepatannya mulai meningkat sebaiknya segera meninggalkan lokasi bantaran sungai apalagi di lembah aliran sungai. Jadi ada koordinasi terutama untuk peringatan dini dan menghindar dari daerah yang berbahaya,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :