KSAL Ajak Angkatan Laut Negara Pasifik Barat Atasi Tantangan Keamanan Maritim
Selasa, 30 April 2024 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
"Keamanan siber menargetkan infrastruktur jaringan komunikasi, sistem navigasi yang dapat mengganggu stabilitas dunia maritime. Selain itu, tantangan lingkungan termasuk polusi, penangkapan ikan secara berlebih, perusakan habitat, dampak perubahan iklim telah mengancam keseimbangan ekologis Kawasan Pasifik Barat" sambungnya.
Untuk itu Ali menekankan komitmen TNI AL dan pentingnya kerja sama di antara negara-negara kawasan untuk mengatasi dinamika keamanan maritim global. "Pentingnya kerja sama dan kolaborasi di antara menyelesaikan dan mengatasi tantangan keamanan maritim global yang semakin meningkat," katanya.
Hal itu diungkap Ali saat memaparkan presentasi dalam 19th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dengan tema 'Ocean With a Shared Future' di Qingdao, Cina, Selasa, 23 April 2024 lalu, yang merupakan forum beranggotakan angkatan laut negara di kawasan Pasifik Barat dan sekitarnya.
Adapun kegiatan WPNS berlangsung dari 21 hingga 25 April itu dihadiri sebanyak 29 pimpinan angkatan laut dari Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Brunei Darussalam, Chile, Ekuador, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Kamboja.
Lalu, Kanada, Kolombia, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Papua Nugini, Prancis, Peru, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Tonga, dan Vietnam.
Untuk itu Ali menekankan komitmen TNI AL dan pentingnya kerja sama di antara negara-negara kawasan untuk mengatasi dinamika keamanan maritim global. "Pentingnya kerja sama dan kolaborasi di antara menyelesaikan dan mengatasi tantangan keamanan maritim global yang semakin meningkat," katanya.
Hal itu diungkap Ali saat memaparkan presentasi dalam 19th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dengan tema 'Ocean With a Shared Future' di Qingdao, Cina, Selasa, 23 April 2024 lalu, yang merupakan forum beranggotakan angkatan laut negara di kawasan Pasifik Barat dan sekitarnya.
Adapun kegiatan WPNS berlangsung dari 21 hingga 25 April itu dihadiri sebanyak 29 pimpinan angkatan laut dari Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Belanda, Brunei Darussalam, Chile, Ekuador, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Kamboja.
Lalu, Kanada, Kolombia, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Papua Nugini, Prancis, Peru, Rusia, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Tonga, dan Vietnam.
(cip)
Lihat Juga :