Koalisi Perubahan Dinilai Paling Rapuh dalam Kalkulasi Pragmatisme Politik Praktis
Kamis, 25 April 2024 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Bubarnya Koalisi Perubahan ini mengindikasikan bahwa narasi kritis dan jurus slepet yang sebelumnya digunakan partai-partai politik selama kampanye kemarin bukan didasarkan pada hasil kontemplasi mendalam atas kondisi demokrasi bangsa, melainkan hanya gimmick dan komoditas politik semata untuk meraup suara masyarakat yang berseberangan dengan pemerintah.
Akibatnya, kata Umam, narasi kritis perubahan itu begitu mudah dihapus dengan argumen rekonsiliasi dan persatuan, yang seolah dimanfaatkan untuk menutupi kompromi kepentingan pragmatis dan oportunisme dalam politik praktis.
“Hasilnya, saat ini capres Anies Baswedan yang menjadi simbol narasi kritis seolah ditinggalkan begitu saja oleh partai-partai yang di pileg kemarin diuntungkan oleh narasi kritis dan mendapatkan coat-tail effects (efek ekor jas, red) dari ketokohan Anies Baswedan,” pungkasnya.
Akibatnya, kata Umam, narasi kritis perubahan itu begitu mudah dihapus dengan argumen rekonsiliasi dan persatuan, yang seolah dimanfaatkan untuk menutupi kompromi kepentingan pragmatis dan oportunisme dalam politik praktis.
“Hasilnya, saat ini capres Anies Baswedan yang menjadi simbol narasi kritis seolah ditinggalkan begitu saja oleh partai-partai yang di pileg kemarin diuntungkan oleh narasi kritis dan mendapatkan coat-tail effects (efek ekor jas, red) dari ketokohan Anies Baswedan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :