7 Fakta Kopasgat, Pasukan Elite TNI AU yang Disegani NATO
loading...
![7 Fakta Kopasgat, Pasukan...](https://pict.sindonews.net/webp/732/pena/news/2024/04/21/14/1362783/7-fakta-kopasgat-pasukan-elite-tni-au-yang-disegani-nato-sfi.webp)
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) merupakan pasukan elite TNI Angkatan Udara (AU). Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) merupakan pasukan elite TNI Angkatan Udara (AU). Saat ini, pasukan yang memiliki ciri khas Baret Jingga tersebut dipimpin oleh perwira tinggi (Pati) Bintang Dua yakni, Marsda TNI Yudi Bustami sebagai Dankopasgat.
Dikutip dari laman resmi Kopasgat, Minggu (21/4/2024). Kopasgat dibentuk pada 17 Oktober 1947 silam. Kopasgat banyak mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak zaman kemerdekaan. Dalam perjalanannya, pasukan elite TNI AU ini beberapa kali mengalami pergantian nama.
Sebagai pasukan khusus, Kopasgat seringkali diterjunkan dalam sejumlah operasi militer baik di dalam maupun di luar negeri. Ketangguhan prajurit Kopasgat di medan operasi membuat pasukan ini disegani. Bahkan Panglima NATO menganggap Kopasgat merupakan pasukan yang harus diwaspadai.
Atas inisiatif Komodor (U) Soerjadi Soerjadarma kemudian dipilih 12 putra asli Kalimantan dan 2 orang PHB AURI untuk melakukan penerjunan. Pada 17 Oktober 1947, sebanyak 13 orang berhasil diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Mereka adalah Hari Hadi Soemantri (montir radio AURI asal Semarang), FM Soejoto (juru radio AURI asal Ponorogo), Iskandar (pimpinan pasukan), Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, Imanuel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi.
Mereka diterjunkan dari pesawat C-47 Dakota RI-002 yang diterbangkan oleh Bob Freeberg berkebangsaan Amerika sekaligus sebagai pemilik pesawat. Ini adalah operasi lintas udara pertama dalam sejarah Indonesia. Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh 13 prajurit AURI tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya Kopasgat.
Penunjukan Marsma TNI Yudi Bustami menjadi Dankopasgat tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1384/XI/2023 tanggal 29 November 2023, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Abituran Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 ini menggantikan Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko yang dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Sebelumnya, Marsda TNI Yudi Bustami menjabat sebagai Kaskogartap ll Bdg.
Sebagai pasukan elite, Kopasgat memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki pasukan elite TNI lainnya yaitu, Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.
Kopasgat juga memiliki Satuan Bravo 90 atau dikenal dengan sebutan Satbravo 90 yakni pasukan khusus yang jumlahnya lebih kecil. Prajurit Satbravo diambil dari 10 terbaik lulusan pendidikan komando.
Ada sepuluh kualifikasi yang harus dikuasai personel Satbravo mulai dari Combat free fall, terjun High Altitude High Opening (HAHO), paralanjut olahraga, combat SAR, paradasar, pengendalian tempur (Dalpur) trimedia baik darat, laut, udara, kemampuan selam, tembak kelas I serta komando.
Mereka mengungkapkan jika Indonesia menjadi salah satu negara yang patut diwaspadai karena mempunyai pasukan khusus yang selalu disimpan yaitu Kopasgat. Pernyataan itu disampaikan mantan panglima NATO saat ditanya salah seorang mahasiswa di Amerika.
“Tidak ada Markas pasukan kecil seperti ini (Paskhas). Denjaka dan Kopasus tidak memiliki markas dengan landasan udara sendiri,” ujar Panglima TNI ketika itu Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mako Korpaskhas, Margahayu, Bandung.
Dalam perjalanannya, namanya berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU. Namun demikian, pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diterbitkan Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas dan Jabatan di Lingkungan TNI terbit.
Menindaklanjuti perpres tersebut, terbit juga Perpang TNI Nomor 37 Tahun 2019 tentang Struktur Organisasi Tugas dan Jabatan TNI AU. Pada 9 Februari 2018 dilaksanakan rapat validasi organisasi TNI AU oleh Dewan Pembentukan Organisasi TNI AU (Deporau) yang dipimpin oleh KSAU. Saat itu, KSAU masih dijabat oleh Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
Selanjutnya, terjadi perubahan nomenklatur yang tercantum dalam Perpang TNI Nomor 26 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas Kopasgat. Seiring perubahan nomenklatur, juga diiringi dengan beberapa perubahan yang terkait dengan fungsi organisasi Kopasgat, yakni menyangkut fungsi organik satuan dan fungsi pembinaan kemampuan teknis. Selain itu juga ada tambahan jabatan bintang satu, yaitu Irkopasgat.
Tidak hanya itu, Kopasgat juga dikerahkan dalam Operasi Trikora merebut Irian Barat sekarang bernama Papua dari Belanda. Saat itu, Kopasgat mencatatkan kisah heroik dan bersejarah sebagai pasukan yang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kali di Irian Barat.
Dikutip dari laman resmi Kopasgat, Minggu (21/4/2024). Kopasgat dibentuk pada 17 Oktober 1947 silam. Kopasgat banyak mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak zaman kemerdekaan. Dalam perjalanannya, pasukan elite TNI AU ini beberapa kali mengalami pergantian nama.
Sebagai pasukan khusus, Kopasgat seringkali diterjunkan dalam sejumlah operasi militer baik di dalam maupun di luar negeri. Ketangguhan prajurit Kopasgat di medan operasi membuat pasukan ini disegani. Bahkan Panglima NATO menganggap Kopasgat merupakan pasukan yang harus diwaspadai.
Berikut ini fakta-fakta pasukan khusus Kopasgat:
1. Dibentuk Usai Penerjunan di Kalimantan
Kopasgat dibentuk pada 17 Oktober 1947. Berawal ketika Gubernur Kalimantan Pangeran Muhammad Noor meminta kepada AURI mengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat di Kalimantan.Atas inisiatif Komodor (U) Soerjadi Soerjadarma kemudian dipilih 12 putra asli Kalimantan dan 2 orang PHB AURI untuk melakukan penerjunan. Pada 17 Oktober 1947, sebanyak 13 orang berhasil diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Mereka adalah Hari Hadi Soemantri (montir radio AURI asal Semarang), FM Soejoto (juru radio AURI asal Ponorogo), Iskandar (pimpinan pasukan), Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, Imanuel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi.
Mereka diterjunkan dari pesawat C-47 Dakota RI-002 yang diterbangkan oleh Bob Freeberg berkebangsaan Amerika sekaligus sebagai pemilik pesawat. Ini adalah operasi lintas udara pertama dalam sejarah Indonesia. Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh 13 prajurit AURI tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya Kopasgat.
2. Baret Jingga
Kopasgat memiliki ciri khas Baret Jingga. Warna tersebut memiliki makna tersendiri bagi prajurit Kopasgat TNI AU. Warna Baret Jingga terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat daerah tempat pasukan ini ditempa.3. Dipimpin Perwira Tinggi Bintang Dua
Sama dengan pasukan khusus TNI lainnya, Kopasgat dijabat oleh perwira tinggi (Pati) Bintang Dua. Saat ini pasukan tersebut dipimpin oleh Marsekal Muda (Marsda) TNI Yudi Bustami.Penunjukan Marsma TNI Yudi Bustami menjadi Dankopasgat tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1384/XI/2023 tanggal 29 November 2023, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Abituran Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 ini menggantikan Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko yang dimutasi menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Sebelumnya, Marsda TNI Yudi Bustami menjabat sebagai Kaskogartap ll Bdg.
4. Miliki Keahlian Khusus
Kopasgat merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra, yaitu udara, laut, darat. Setiap prajurit Korps Baret Jingga minimal memiliki kualifikasi para komando (Parako) sehingga dapat diterjunkan di segala medan baik hutan, gunung, rawa, sungai dan sebagainya.Sebagai pasukan elite, Kopasgat memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki pasukan elite TNI lainnya yaitu, Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.
Kopasgat juga memiliki Satuan Bravo 90 atau dikenal dengan sebutan Satbravo 90 yakni pasukan khusus yang jumlahnya lebih kecil. Prajurit Satbravo diambil dari 10 terbaik lulusan pendidikan komando.
Ada sepuluh kualifikasi yang harus dikuasai personel Satbravo mulai dari Combat free fall, terjun High Altitude High Opening (HAHO), paralanjut olahraga, combat SAR, paradasar, pengendalian tempur (Dalpur) trimedia baik darat, laut, udara, kemampuan selam, tembak kelas I serta komando.
5. Disegani NATO
Sebagai pasukan elite TNI khususnya TNI AU, Kopasgat dikenal sangat tangguh di medan operasi. Sejumlah operasi militer pernah diikuti baik di dalam maupun di luar negeri. Panglima NATO bahkan mengagumi kehebatan dan ketangguhan Kopasgat.Mereka mengungkapkan jika Indonesia menjadi salah satu negara yang patut diwaspadai karena mempunyai pasukan khusus yang selalu disimpan yaitu Kopasgat. Pernyataan itu disampaikan mantan panglima NATO saat ditanya salah seorang mahasiswa di Amerika.
“Tidak ada Markas pasukan kecil seperti ini (Paskhas). Denjaka dan Kopasus tidak memiliki markas dengan landasan udara sendiri,” ujar Panglima TNI ketika itu Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Mako Korpaskhas, Margahayu, Bandung.
6. Kopasgat Beberapa Kali Berganti Nama
Kopasgat beberapa kali berganti nama. Awalnya, pasukan khusus TNI AU ini bernama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) yang ditetapkan pada 17 Oktober 1947.Dalam perjalanannya, namanya berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU. Namun demikian, pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diterbitkan Perpres Nomor 66 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas dan Jabatan di Lingkungan TNI terbit.
Menindaklanjuti perpres tersebut, terbit juga Perpang TNI Nomor 37 Tahun 2019 tentang Struktur Organisasi Tugas dan Jabatan TNI AU. Pada 9 Februari 2018 dilaksanakan rapat validasi organisasi TNI AU oleh Dewan Pembentukan Organisasi TNI AU (Deporau) yang dipimpin oleh KSAU. Saat itu, KSAU masih dijabat oleh Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
Selanjutnya, terjadi perubahan nomenklatur yang tercantum dalam Perpang TNI Nomor 26 Tahun 2019 tentang Organisasi Tugas Kopasgat. Seiring perubahan nomenklatur, juga diiringi dengan beberapa perubahan yang terkait dengan fungsi organisasi Kopasgat, yakni menyangkut fungsi organik satuan dan fungsi pembinaan kemampuan teknis. Selain itu juga ada tambahan jabatan bintang satu, yaitu Irkopasgat.
7. Diterjunkan dalam Operasi Militer
Ketika terjadi pemberontakan di bumi Pertiwi ini, Kopasgat diterjukan untuk menumpas kelompok perlawanan bersenjata di antaranya, DI/TII di Jawa Barat. Kemudian penumpasan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pada 1952. Termasuk penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta.Tidak hanya itu, Kopasgat juga dikerahkan dalam Operasi Trikora merebut Irian Barat sekarang bernama Papua dari Belanda. Saat itu, Kopasgat mencatatkan kisah heroik dan bersejarah sebagai pasukan yang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih untuk pertama kali di Irian Barat.
(cip)