Dunia Intelijen Terkait Bakat dan Peluang Bagi Perempuan

Kamis, 18 April 2024 - 19:28 WIB
loading...
A A A
Editha pun membagikan hasil penelitian disertasinya saat mengambil Program Doktoral di Unhan tentang intelijen di RI. Editha mengaku, mewawancarai sejumlah tokoh intelijen top dalam negeri, di antaranya AM Hendropriyono, Marciano Norman, Sutiyoso, hingga Zacky Anwar Makarim.

”Mereka semua adalah eks ketua Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, hingga user di Kementerian Pertahanan,” ucapnya.

Editha merasa beruntung bisa mendapatkan akses wawancara langsung dengan pelaku intelijen senior di RI. Pasalnya, ia bisa memotret pemikiran pimpinan senior intelijen dari masa ke masa yang dituangkan menjadi penelitian. Alhasil, penelitiannya menghasilkan temuan empat kekuatan territorial intelijen dengan menjalankan fungsi humint khas Indonesia.

"Waktu wawancara bisa sampai enam jam. Beliau lepas begitu saja ketika wawancara dan mempercayakan kepada peneliti mana yang diolah untuk menjadi bagian data disertasi dan mana data yang off the record," kata Editha yang mengangkat disertasi bertema 'Kebijakan dan Manajemen Intelijen Pertahanan Negara Pasca Reformasi: Human Intelligence (Humint) Indonesia 2002-2022'.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Diandra Megaputri Mengko mengaku gusar karena selama ini, informasi tentang intelijen Indonesia lebih banyak ditulis penulis luar negeri. Dia menyebut, baru-baru ini saja ada banyak penulis dalam negeri yang membahas kajian intelijen, khususnya dari kalangan perempuan, termasuk Susaningtyas dan Editha.

Atas alasan itulah, Diandra yang sedang mengambil doktor di Singapura semangat untuk mengkaji dunia intelijen agar semakin berkembang dari sudut pandang orang Indonesia sendiri. Ada tiga faktor yang mendorongnya untuk tergerak melakukan penelitian tentang intelijen agar semakin banyak buku akademis yang lahir dari tangan anak bangsa.

"Pertama, ada perasaan tidak terima, buku ditulis oleh orang-orang bukan Indonesia. Saya terpikir ada akademisi yang perlu terlibat di sini. Alasan kedua mendalami studi intelijen, ini studi cukup baru, ilmunya ada sudah lama sekali, tapi memang akademisi, studi ini berkembang 1940 sampai hari ini, belum panjang, 80 tahun saja di Indonesia," kata Diandra.

Dia melanjutkan, peluang bagi berkembangnya studi intelijen sangat terbuka bagi semua pihak, termasuk perempuan. Diandra mendapati, kaum perempuan masih sangat minim yang tertarik dengan kajian intelijen, termasuk bidang pertahanan dan keamanan.

"Sebisa mungkin teman-teman saling membantu dan mendukung karena sebenarnya tujuannya adalah mendorong aktor keamanan sebagai tujuan praktisnya dan kedua mendorong diskursus akademik lebih lanjut lagi," kata Diandra.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Rekomendasi
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Enzy Storia Panik Saat...
Enzy Storia Panik Saat Mati Listrik di Positano, Sempat Mengira Diganggu Hantu Italia
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved