Miris! Disabilitas dan PAUD Turut Jadi Korban Kasus Pornografi Anak di Indonesia
Kamis, 18 April 2024 - 19:00 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto menginisiasi terbentuknya Satgas untuk menangani kasus pornografi terhadap anak. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) , Hadi Tjahjanto menginisiasi terbentuknya Satgas untuk menangani kasus pornografi terhadap anak . Hadi menyebut permasalahan ini serius sebab korban yang disasar tak tanggung-tanggung.
"Permasalahan ini permasalahan yang sangat serius. Korbannya tidak tanggung-tanggung dari anak disabilitas, anak-anak SD, SMP, dan SMA, bahkan PAUD jadi korban," ujar Hadi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
Baca juga: Konten Pornografi Anak Indonesia Peringkat 4 Dunia, Pemerintah Bentuk Satgas
Bahkan kasus pornografi anak, kata dia, juga menyasar pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia. Kasus pornografi anak ini menjadi tambah serius lantaran pelaku-pelakunya diduga berasal dari orang dekat korban.
"Memang rata-rata (usia) 12-14 tahun. Termasuk anak-anak didik kita di pesantren yang sering jadi korban dan pelakunya justru orang yang dikenal dan orang dekat (korban)," tegasnya.
"Permasalahan ini permasalahan yang sangat serius. Korbannya tidak tanggung-tanggung dari anak disabilitas, anak-anak SD, SMP, dan SMA, bahkan PAUD jadi korban," ujar Hadi dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
Baca juga: Konten Pornografi Anak Indonesia Peringkat 4 Dunia, Pemerintah Bentuk Satgas
Bahkan kasus pornografi anak, kata dia, juga menyasar pondok-pondok pesantren yang ada di Indonesia. Kasus pornografi anak ini menjadi tambah serius lantaran pelaku-pelakunya diduga berasal dari orang dekat korban.
"Memang rata-rata (usia) 12-14 tahun. Termasuk anak-anak didik kita di pesantren yang sering jadi korban dan pelakunya justru orang yang dikenal dan orang dekat (korban)," tegasnya.
Lihat Juga :