DPR Minta Pemerintah Waspadai Dampak Perang Israel dengan Iran
Selasa, 16 April 2024 - 17:15 WIB
loading...
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah meminta pemerintah mewaspadai dampak perang Israel dan Iran. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia diminta mewaspadai dampak perang antara Iran dengan Israel . Pasalnya, serangan Iran terhadap Israel berdampak terhadap kenaikan beberapa komoditas strategis global.
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan, terjadi kenaikan harga minyak dan kini audah menyentuh di level USD90,5 per barel dari posisi sebelumnya di harga USD89 per barel.
Menurut Said, Iran secara resmi menyatakan penghentian serangan ke Israel setelah menyerang secara langsung pada Sabtu, 13 April 2024. Namun demikian, Said belum bisa memastikan apakah perang antara Iran dan Israel akan berakhir.
Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Akui Sulit Tahan Subsidi BBM Tidak Bengkak
"Kita berharap serangan ini berakhir, sehingga ketegangan di Timur Tengah mereda. Namun melihat kemungkinan tren yang ada, eskalasi geopolitik di Timur Tengah akan tetap membara," ujarnya Selasa, (16/4/2024).
Sejak pecah Revolusi1979, kata Said, Iran mengubah orientasi kebijakan luar negerinya terhadap Israel. Kedua negara terlibat perang proxy berlangsung sangat lama. Atas dasar itu, Said memperkirakan permusuhan kedua negara tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat, dan setiap saat bisa terjadi konfrontasi lanjutan.
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan, terjadi kenaikan harga minyak dan kini audah menyentuh di level USD90,5 per barel dari posisi sebelumnya di harga USD89 per barel.
Menurut Said, Iran secara resmi menyatakan penghentian serangan ke Israel setelah menyerang secara langsung pada Sabtu, 13 April 2024. Namun demikian, Said belum bisa memastikan apakah perang antara Iran dan Israel akan berakhir.
Baca juga: Perang Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Akui Sulit Tahan Subsidi BBM Tidak Bengkak
"Kita berharap serangan ini berakhir, sehingga ketegangan di Timur Tengah mereda. Namun melihat kemungkinan tren yang ada, eskalasi geopolitik di Timur Tengah akan tetap membara," ujarnya Selasa, (16/4/2024).
Sejak pecah Revolusi1979, kata Said, Iran mengubah orientasi kebijakan luar negerinya terhadap Israel. Kedua negara terlibat perang proxy berlangsung sangat lama. Atas dasar itu, Said memperkirakan permusuhan kedua negara tidak akan segera berakhir dalam waktu dekat, dan setiap saat bisa terjadi konfrontasi lanjutan.
Lihat Juga :